Sabtu, Desember 10, 2022

Yennita Fitriani : Memaknai Kecantikan Secara Islami

Baca selanjutnya

Politisi Bengkulu, Hj Yennita Fitriani.
Politisi Bengkulu, Hj Yennita Fitriani.

kupasbengkulu.com- Kecantikan memang bersifat relatif, karena cantik menurut si A belum tentu cantik menurut si B. Tapi memang secara umum makna cantik itu adalah sesuatu yang indah dipandang mata. Hal ini diungkapkan salah satu Politisi Perempuan Bengkulu, Hj. Yennita Fitriani dalam memaknai kecantikan.

Menurut politisi yang akrab disapa Bunda Yennita ini, kata cantik itu sendiri memang identik dengan perempuan. Sayangnya masih banyak yang salah anggapan bahwa cantik itu perempuan yang tampil seksi, modis dalam berpakaian, menggunakan aksesoris moderen dan lain-lain. Padahal, cantik itu muncul dari dua unsur yaitu jasmani dan rohani.

Jadi, kata Bunda, jika selama ini kecantikan seseorang hanya dinilai dari segi fisik saja, itu artinya kecantikan itu masih berupa kepalsuan. Perempuan cantik akan terlihat cantik apabila memiliki hati yang tulus dan ikhlas. Cantik juga tidak selalu dengan berdandan, akan tetapi cantik itu ketika perempuan berfikir positif dalam segala hal, karena aura kecantikannya akan timbul tanpa harus berdandan.

Itulah sebabnya, lanjut Bunda, ketika seorang laki-laki hendak meminang seorang wanita Islam harus lebih mengutamakan budi pekerti yang berasal dari unsur rohaniah dari pada cantik secara fisik (Jasmaniah).

Jika dikaji kembali, alasan tersebut juga sangat masuk akal, karena ketika seorang laki-laki mencintai perempuan muslimah karena amal ibadahnya yang baik maka rasa cinta itu tidak akan hilang ditelan waktu. Tapi ketika seorang laki-laki mencintai perempuan karena kecantikan fisiknya saja, maka seiring dengan usia si perempuan yang semakin bertambah maka rasa cintanya juga akan semakin pudar.

“Meskipun demikian, Islam tetap mengajarkan tentang etika bagaimana seharusnya perempuan menunjukkan kecantikannya. Jika umumnya perempuan modis selalu tampil wangi, tapi menurut Islam perempuan seharusnya tidak menggunakan parfum yang berlebihan dengan aroma menyengat. Jika para perempuan selalu bersaing untuk memamerkan perhiasannya, Islam justru mengharamkannya, apalagi sengaja ingin memamerkan kekayaannya. Intinya, makna cantik dalam adalah sesuatu yang tidak berlebih-lebihan dan sesuai syariat Islam yang berlaku,” papar Bunda.(vee)

KUHP Tidak Berlaku untuk Kegiatan Kemerdekaan Pers

Kupas News, Jakarta - Walaupun Rancangan Undang-undang (RUU) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) telah disahkan DPR menjadi UU KUHP,  khusus untuk pelaksanaan kemerdekaan pers...

Komisi XI DPR RI dan BI Sosialisasikan Transaksi Digital QRIS di Rejang Lebong

Kupas News, Rejang Lebong –  Anggota Komisi XI DPR RI Susi Marleny Bachsin bersama Bank Indonesia (BI) kembali melakukan Sosialisasi dan Edukasi Quick Response...

Janda Miliki Anak Sakit di Kepahiang Terima Bantuan Bedah Rumah

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan bedah rumah program Baznas di Desa Kandang, Seberang Musi, Kepahiang, Rabu, 7 Desember 2022,...

Problem Solving Kepolisian Mediasi Dua Perempuan Terlibat Kasus Penganiayaan

Bhabinkamtibmas Polsek Taba Penanjung saat menggelar kegiatan problem solving kepolisian, Rabu, 7 Desember 2022, Foto: Dok Kupas News, Bengkulu Tengah - Mencoba melakukan mediasi sebagai...

Bea Cukai Musnahkan Barang Milik Negara Hasil Penindakan KPPBC TMP C Bengkulu

Kepala Bea Cukai Provinsi Bengkulu Ardhani Naryasti bersama perwakilan instansi terkait saat melakukan pemusnahan barang milik negara, di Kantor Bea Cukai provinsi Bengkulu, Kamis,...
Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Terbaru