Tempat Pancing ditemukan (di luar pagar)

Tempat Pancing ditemukan (di luar pagar)

kupasbengkulu.com, Kaur – Seorang pria Pancing (50) ditemukan sekarat di tengah kebunnya di Tarahan (Sambat) Kecamatan Maje Kabupaten. Namun nasib berkata lain saat di perjalanan menuju kerumah salah satu warga di Desa Air Jelatang dekat kebunnya Pancing menghembuskan nafas terakhir.

Awal ditemukan oleh tetangga kebunnya yakni Yulismi (35), saat itu korban berteriak-teriak ditengah kebun sayur miliknya, namun karena tidak begitu jelas dan jaraknya agak jauh, maka Yulismi memanggil suaminya yang sedang merumput sawit, karena ia mengira yang berteriak tersebut orang gila.

“Tadi ia berteriak-teriak dari jauh, saya kira orang gila, dan saya langsung lari memanggil suami saya. Ternyata setelah dilihat ia telah kejang-kejang dan maaf, ia tidak menggunakan celana lagi,” ungkap Yulismi, Selasa (01/12/2015).

Sebelum melihat korban, Samsudin (50) suami Yulismi memanggil tetangga kebun, dan setelah dilihat ternyata Pancing yang merupakan tetangga kebun mereka. Saat itu Pancing ditemukan sudah tidak menggunakan celana, dan hanya menggunakan baju tergetak ditengah kebunnya.

Korban sempat dibawa ke dangau (anjungan) miliknya, namun karena masih kejang-kejang, korban dibawa kerumah tetangga kebunnya Tuhidin (50) di Desa Air Jelatang yang kebetulan tidak jauh dari kebun yang jaraknya satu kilometer dengan ditandu, namun diitengah perjalanan menuju rumah Tuhidin, korban menghembuskan nafas terakhir.

“Sebelum kejadian, kami melihat Pak Pancing merumput dikebun sayurnya, setahu kami ia tidak sakit. Disini ia sendirian, tidak dengan anak atau isterinya. Kebun yang ia urus kebunnya sendiri, dia itu asli orang lampung yang berkebun disini,” terang Yulismi.

Ditambahkannya, mereka sudah menghubungi nomor yang ada diteleponnya, namun tidak satupun yang kenal dengannya. Saat ini jenazahnya masih dirumah Tuhidin.

“Kita masih menghubungi dan mencari keluarganya, siapa tahu ada yang kenal, kalau tidak ada keluarganya yang datang, maka akan dimakamkan disini,” tutup Tuhidin. (mty)