oleh

Belajar Sejarah Lewat Toko Barang Antik

Roslaini pedagang barang antik di Kota Bengkulu.
Roslaini pedagang barang antik di Kota Bengkulu.

kupasbengkulu.com – Mempelajari sejarah tak harus dengan baca buku atau pergi ke museum. Ada cara lain yang ditawarkan yakni dengan berkunjung ke toko barang antik. Selain bisa banyak bertanya di sana, jika tertarik kita juga dapat memiliki barang antik yang kita sukai.

Berawal dari kecintaan almarhum suaminya mengoleksi barang antik, Roslaini (58) membuka toko barang antik “Bunian” di kawasan Kampung Cina, Kota Bengkulu.

“Semua berawal dari hobi. Almarhum suami saya senang mengoleksi barang antik. Beliau juga punya banyak kenalan kolektor, sehingga muncul ide untuk menjadikan hobi ini peluang usaha,” cerita Roslaini, saat ditemui di tokonya, Senin (27/01/2014).

Sudah lebih dari 20 tahun Rosnaini menggeluti usaha ini. Kini tokonya sudah berpindah ke kawasan Kebun Keling, tak jauh dari lokasi semula.

Barang antik yang dijual di sana bervariasi, mulai dari guci, patung, pakaian, jam, lampu, pajangan, hiasan dinding, alat elektronik, keramik, buku, lukisan, uang, perlengkapan, senjata, dan masih banyak lagi barang antik yang berasal dari benda peninggalan tahun 1800-an hingga 1900-an.

“Semua barang antik ini kebanyakan dari kolektor yang asli Bengkulu. Mereka menitipkan barang koleksinya ke toko saya,” ujar Rosnaini lagi.

Meski demikian, Rosnaini mengaku para pembeli selain berasal dari Kota Bengkulu sendiri, banyak juga yang berasal dari luar kota.

“Pembeli ada yang dari dalam kota, banyak juga yang dari luar kota. Bahkan pernah ada orang luar negeri yang mencari ke sini,” akunya.

Ratusan koleksi barang antik tersedia di sini. Sayangnya barang antik yang ada di toko milik Rosnaini ini tak sebanyak dulu lagi. Pasalnya, setelah sang suami tutup usia, dirinya kurang fokus menjalankan usaha ini.

“Kalau dulu, barang antik di sini lebih banyak karena almarhum suami saya yang mengurus. Kalau sekarang mungkin agak kurang, karena saya sudah tua. Tapi walaupun begitu setiap minggunya tetap banyak kolektor yang menitipkan barang antiknya di sini,” tambah Rosnaini.

Tak berbeda dengan toko barang antik pada umumnya, harga yang ditawarkan untuk bisa memiliki barang antik ini pun cukup fantastis. Mulai dari ratusan hingga puluhan juta rupiah.

“Yang termurah adalah koin lama, baik uang indonesia atau pun yang luar negeri, satu koin yang paling kecil dihargai Rp100 ribu. Yang termahal di sini, tersisa patung Kenglin, yakni patung asli China yang berasal dari tahun 1800-an. Mungkin saya lepas dengan harga Rp 30 juta hingga Rp 50 juta,” katanya lagi.

Tak kalah menarik di toko milik Rosnaini ini masih tersedia buku-buku peninggalan Soekarno saat pengasingan di Bengkulu.

“Yang paling banyak dicari adalah buku Soekarno dulu. Buku ini asli, masih menggunakan bahasa Belanda. Pokoknya yang tentang sejarah Indonesia lengkap di sini,” ujar Rosnaini. (val)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed