Kabid Kedaruratan dan RR BPBD bersama teknisi BMKG.

Kabid Kedaruratan dan RR BPBD bersama teknisi BMKG.

Kupasbengkulu.com, Kepahiang – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kepahiang, mengaku kesulitan mendeteksi lokasi jatuhnya benda asing yang menghebohkan masyarakat provinsi Bengkulu,  sepekan terakhir ini.

Gunjingan soal jatuhnya benda langit tersebut, santer di Kabupaten  wilayah Kepahiang. Hal ini juga diakui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Aryesi Maryana,  bersama Kabid  Kedaruratan dan Logistik BPBD Kepahiang, Musi Dayan  yang melakukan koordinasi dengan BMKG Kepahiang, Kamis (29/10).

” Kita kesulitan menentukan lokasi pasti titik jatuhnya benda asing yang menghantam permukaan bumi, Senin (26/10) lalu. Getaran bersifat lokal, dan hanya mampu dicatat satu alat sensor kita, yakni Seismograf yang berada diwilayah Bukit Dendan,”  jelas Teknisi BMKG Kepahiang, Wahyu Dodi P.

Jika getaran yang ditimbulkan tercatat pada tiga  Seismograf saja, Dodi memperkirakan, besar kemungkinan lokasi ataupun titik pasti jatuhnya benda asing dapat diketahui. ” Getaran yang diakibatkan oleh benturan benda asing, terbesar 2,0 SR  dengan durasi 9 detik,”  papar Dodi.

Dilihat dari gelombang seismik kantor BMKG, jumlah getaran dipastikan lebih dari dua kali. Dodi sependapat dengan  informasi yang beredar, bahwa benda tersebut merupakan meteorid. ” Kita memang belum bisa menyimpulkan kebenaran informasi itu, tapi sangat dimungkinkan jika benda asing itu adalah meteorid, ” kata Dodi.

Sementara, Aryesi Maryana terkait koordinasi dengan pihak BMKG mengaku belum dapat mengambil tindakan. ” Apa yang disampaikan pihak BMKG tadi sangat jelas. Kitapun belum dapat mengambil tindakan,” jelasnya.(slo)