oleh

Dosen Tarbiyah IAIN Diterima di Leeds Metropolitan University

mom-nadrah (1)
Nadrah, Dosen IAIN Bengkulu.

kupasbengkulu.comLong Life Education istilah ini sejalan dengan salah satu adegium masyhur yang sering dikemukakan para ahli hikmah dalam Islam yakni utlubul alelma minal mahdi ilal ahdi : (Tuntutlah ilmu mulai dari ayunan sampai ke liang lahat).

Konsep dasar inilah yang kemudian banyak gunakan sebagai konsep pendidikan nasional, di beberapa Negara di dunia termasuk di Indonesia.

Salah satu upaya pemerintah untuk melaksanakan amanat UUD dasar 1945 yang termuat dalam Pasal 31 bahwa salah satu tugas Negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Itulah yang selalu disampaikan Nadrah, Dosen IAIN Bengkulu.

Perempuan kelahiran Payakumbuh, 11 Juli 1976 ini, didalam dunia kerja dan pendidikan tidak perlu diragukan lagi. Ia pernah menjabat kepala program studi pendidikan bahasa Inggris dan saat ini ia menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Tadris pada Fakultas Tarbiyah dan Tadris IAIN Bengkulu.

Disela-sela kesibukannya mengajar dan mengurus keluarga, ia selalu berkali-kali menyempatkan mencari peluang dan kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang S3. Akhirnya, hal yang ia impikan sejak lama bisa menjadi kenyataan ketika ia dinyatakan lulus untuk program Ph.D overseas Mora scholarship, diktis kementerian Agama.

Tidak tanggung-tanggung, alumni s2 UNP ini berhasil diterima di Leeds Metropolitan University, United Kingdom (UK).

Nadrah menceritakan, dirinya sejak dulu memang mencintai dunia pendidikan dan sejak awal memang beniat total dalam menekuni dunia pendidikan.

”Sebenarnya saya sudah beberapa kali mengikuti program serupa, namun Allah memang sudah mengatur semua yang terbaik untuk saya,” kata istri dari Arono.

Dalam prosesnya, dosen yang terkenal supel ini melewati beberapa tahap seperti seleksi administrasi, IELTS, wawancara yang mencakup kesiapan melanjutkan study di Inggris dan presentasi proposal penelitian.

”Pada tahap seleksi awal ada 36 nama yang dinyatakan lulus, setelah seleksi tahap akhir ada 21 orang yang lulus, dan Alhamdulillah nama saya termasuk didalamnya. Saya sangat merasakan berkah bulan Ramadhan, karena saya melaksanakan tes wawancara di Kementerian Agama saat bulan ramadhan lalu,” demikian ibu dari Furqon Alqowi, Asyraf Ramadhan Alqowi dan M. Razaq Alqowi ini.(vee)

Sumber : iainbengkulu.ac.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

twelve − 1 =

News Feed