Minggu, November 28, 2021

Dosen Unib Ciptakan Pakan Ternak dari Lumpur Sawit

Baca selanjutnya

foto dosen unib ibu yosi
Dr. Ir. Yosi Fenita, MP

kupasbengkulu.com – Dr. Ir. Yosi Fenita, MP, dosen Universitas Bengkulu menemukan campuran pakan unggas berbahan dasar lumpur buah kelapa sawit (solid) dikombinasikan dengan limbah ikan lemuru (ikan sarden), ditambah dengan ekstrak daun katuk mampu meningkatkan produksi ayam petelur.

“Hasil penelitian yang sudah saya jalani selama lima tahun, membuktikan perbedaan yang signifikan antara unggas yang diberi pakan lumpur sawit dengan unggas yang diberi pakan biasa. Unggas yang diberi pakan lumpur sawit produktivitasnya mencapai 90 persen, sedangkan yang diberi pakan biasa produktivitas hanya bekisar 60 persen saja,” ujarnya.

Pengaruh penggunaan pakan ini akan terlihat pada unggas berikut telurnya. Unggas-unggas akan terlihat lebih sehat dan berwarna lebih cerah. Kualitas telur pun meningkat. Hasil uji laboratorium membuktikan ada peningkatan kualitas kandungan telur, di antaranya : meningkatnya kadar asam amino, beta karoten, omega 3 dan omega 9, menurunnya kadar lemak dan kolesterol telur, warna kuning telur (yolk) menjadi lebih kemerahan.

Lumpur sawit yang akan dijadikan campuran pakan tidak serta merta langsung digunakan, namun harus melalui proses fermentasi dengan jenis katang Neurospora SP. Jenis katang ini telah terbukti dapat menghasilkan kadar beta karoten yang penting untuk perkembangan unggas.

Limbah hasil pengolahan ikan lemuru (ikan sarden) yang berbentuk minyak ikan juga tidak langsung dicampurkan ke pakan unggas, namun harus melalui proses yang dinamakan ecapsulasi (pengkapsulan). Minyak ikan lemura yang yang kaya omega 3 dan 9 itu diolah hingga berbentuk padatan yang awet dan tahan bertahun-tahun.

Kombinasi antara lumpur sawit, limbah minyak ikan, dan daun katuk ini tetap dinamakan pakan lumpur sawit karena komposisi lumpur sawit yang dominan. Pakan yang bernama lumpur sawit ini kemudian dicampurkan ke pakan unggas biasa dengan komposisi : jagung 40 persen, lumpur sawit 20 persen, sisanya konsentrat petelur dan dedak padi.

Selain menguntungkan di sisi produktivitas unggas dan kualitas telur, penggunaan campuran pakan ini dapat meningkatkan efisiensi pakan (penghematan). Pakan lumpur sawit dihargai Rp540 per kg. Dengan menambahkan 20 persen lumpur sawit ke pakan biasa akan bisa menghemat biaya pakan hingga Rp900 per kg.

“Produk penelitian kami sudah dipakai kurang lebih selama dua tahun oleh masyarakat Desa Srikaton Kabupaten Bengkulu Tengah. Pengujian pakan sudah hampir selesai, tinggal satu bulan lagi. Setelah selesai pengujian, kami akan mengajukan hak paten ke kementerian HAM,” tandasnya. (cr2)

Polisi Dalami Laporan Kasus Penganiayaan di Bengkulu Selatan

Kupas News – Sat Reskrim Polres Bengkulu Selatan (BS) Polda Bengkulu tengah mendalami laporan AN (25) warga Kabupaten Kaur terkait tindak pidana penganiayaan yang...

Teguh Santosa: ASEAN adalah Kawasan Paling Stabil

Kupas News – Organisasi negara-negara Asia Tenggara, ASEAN, merupakan salah satu organisasi kawasan yang paling stabil dan dinamis dan diyakini dapat menjadi model bagi...

Usin Sebut Penunjukan Kodrat Shah Langkah Tepat Partai Hanura

Kupas News – Partai Hanura resmi memiliki sekretaris jenderal baru setelah Dewan Pimpinan Pusat Hanura (DPP-HANURA) menetapkan Kodrat Shah sebagai sekretaris jenderal definitif. Penunjukan...

Himpitan Ekonomi Penyebab IRT Tenggak Racun Hingga Tewas

Kupas News – Seorang ibu berinisial NU (50) warga Desa Pajar Bulan, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara minum racun...

Sidak SPBU, Yuliswani: Keterlambatan Pasokan Akibat Cuaca Alam

Kupas News – Asisten II Setda provinsi Bengkulu Yuliswani melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bengkulu,...

1 KOMENTAR

Comments are closed.

Terbaru