oleh

Farah Queen dan Megawati Aja Pernah Nikmati Pendap Cik Timah

Cik Timah, sedang membuat pendap
Cik Timah, sedang membuat pendap

kupasbengkulu.com- Makanan khas satu ini sudah tidak asing lagi di Kota Bengkulu. Jika berkunjung ke Kota Bengkulu, cukup mudah menemukan makanan ini. Kita dapat menemukannya di pasar-pasar tradisional atau di sepanjang Jalan Irian Kota Bengkulu akan banyak kita temui masyarakat yang menjualnya. Makanan khas itu bernama pendap.

Pendap biasanya disantap dengan nasih putih dan lebih mantap lagi ditambah dengan lalapan jering atau jengkol muda. Menu ini sangat ampuh untuk menngugah selera makan.

Di Bengkulu sendiri, ada pembuat pendap yang sudah cukup terkenal. Ia adalah ibu Fatimah yang kerap disapa Cik Timah. Pendap buatanya sudah tidak diragukan lagi kelezatanya.
Oleh sebab itu pendap Cik Timah sudah sering diliput oleh beberapa Stasiun TV Nasional, bahkan Cheff sekelas Farah Queen Pun sudah berkunjung ke rumahnya untuk merasakan lezatnya pendap buatannya.

Menurut Cik Timah pendap buatanya sering dikirim ke Jakarta untuk memenuhi pesanan dari Ibu Megawati Soekarno Putri. Bila ada kunjungan Ibu Megawati ke Bengkulu, pasti ia mendapat pesanan pendap khusus untuk ibu Mega.

“Pendap Cik lah sering dikirim ke Jakarta kareno Ibu Mega yang mesan, kalau ado acara kunjungan atau acara partai di Bengkulu pasti dapat pesanan. Ado orangnyo nian yang mesan langsung kesiko, katonyo itu permintaan langsung ibu Mega,” ungkap Cik Timah.

Untuk merasakan pendap Cik Timah kita cukup datang ke rumahnya di daerah Pantai Pasar Bengkulu. Namun Cik Timah hanya memasak pendap satu minggu sekali yaitu pada hari

Untuk membuat pendap ada beberapa bahan yang harus kita siapkan yaitu beragam jenis bumbu dapur yang terdiri dari bawang putih, bawang merah, kunyit, lengkuas, cabai giling, dan beragam bumbu dapur lainnya. Selain itu kita harus menyiapkan juga kelapa goreng dan parutan kelapa muda, ikan, daun keladi, dan jangan lupa daun pisang dan tali untuk membungkus.

Caranya beragam bumbu yang sudah dihaluskan tadi dicampur dengan kelapa goreng dan parutan kelapa muda. Setelah itu ambil beberapa lapis daun talas kemudian letakkan bumbu di atas daun talas dan taruh sepotong ikan.

Ikan yang biasa digunakan Cik Timah biasanya berupa ikan kakap, ikan jenihin, ikan gebur dan jenis ikan lainnya. Setelah itu taruh lagi beberapa sendok bumbu di atas ikan sehingga ikan terbungkus oleh bumbu. Lalu tutup menggunakan daun talas tadi dan jangan lupa bungkus lagi dengan daun pisang dan ikat menggunakan tali.

Setelah terbungkus dengan rapih, barulah pendap direbus di atas perapian selama 8 jam dan dibalik setiap 4 jam sekali.

Proses memasakak pendap terbilang cukup lama dibandingkan dengan makanan lain, hal inilah yang menambah keunikan dari kuliner ini. Bumbu yang khas dan dimasak cukup lama membuat bumbu meresap sampai ke dalam ikan. Daun keladi yang diguakan pun terasa lezat dan tidak terasa gatal dilidah karena dalam prosesnya memiliki tips tersendiri.

Jika Cik Timah memasak pendap setiap hari selasa, maka keesokan harinyalah kita baru dapat memakannya. Butuh kesabaran yang cukup tinggi untuk merasakan lezatnya pendap.

Cik Timah telah puluhan tahun memasak pendap, tak heran tangannya terlihat sangat fasih mebungkus daun keladi menjadi bungkusan-bungkusan pendap. Ia mengaku 100 sampai 150 bungkus pendap yang ia masak akan selalu habis terjual dengan harga Rp 10 ribu untuk pendap ukuran kecil dan Rp 15 ribu untuk pendap ukuran besar. Pembelinya pun berasal dari bermacam kalangan. Ini membuktikan bahwa pendap memiliki rasa yang istimewa dan patut untuk kita coba.(**)

penulis : Metalia Sagita

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed