oleh

Gubernur: Ada Carateker Masyarakat Mukomuko Bisa Nikmati Raskin

illustrasi
illustrasi

kupasbengkulu.com – Sekitar empat tahun terakhir Kabupaten Mukomuko tidak mengambil jatah beras miskin (raskin). Hal ini karena kebijakan kepala daerah setempat yang tidak ingin membuat masyarakat Mukomuko  ketergantungan raskin.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah, mengatakan jikalau Kabupaten Mukomuko nantinya sudah dipimpin oleh Careteker, dipastikan beras raskin akan disalurkan kepada masyarakat.

“Kalau kepala daerahnya belum mau ambil jatah raskin, nanti kita tunggu ada Careteker langsung kita salurkan beras raskin kepada masyarakat,” ujar Junaidi, dalam acara High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Senin (30/03/2015).

Diketahui, kenaikan harga BBM sejak beberapa hari lalu diprediksi akan memicu lonjakan inflasi. Hal ini tentunya akan berimbas pada daya beli masyarakat, sehingga dengan raskin ini diharapkan dapat membantu masyarakat. Adapun jatah raskin yang dipersiapkan untuk Kabupaten Mukomuko sekitar 185 ton per bulan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Mukomuko, Syafkani, mengatakan sejauh ini tidak ada dampak negatif yang dirasakan masyarakat terkait ketiadaan raskin di kabupaten tersebut. Untuk mengatasi ketersediaan bahan pokok, pihaknya terus melakukan pemanfaatan lahan pekarangan untuk ditanami buah dan sayuran, sehingga dapat membantu perekonomian masyarakat.

“Kami memang sengaja tidak mengambil jatah raskin supaya masyarakat tidak ketergantungan dengan raskin. Sampai saat ini tidak ada dampak negatif yang kami terima, tidak ada masyarakat Mukomuko yang tidak makan atau ribut-ribut karena raskin,” kata Syafkani.

“Lonjakan harga karena kenaikan BBM ini tidak terlalu signifikan, masalah beras masih stabil. Kuncinya kita lakukan pemanfaatan lahan pekarangan dengan baik,” tandasnya. (val)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

11 + 2 =

News Feed