Buah sawit

KUPASBENGKULU.com, KAUR – Harga buah kelapa sawit di Kabupaten Kaur terjun bebas dari Rp 1.500 per Kilogram (kg) menjadi Rp 900 per kg. Hal ini membuat para petani malas untuk panen, pasalnya biaya atau upah panen hampir tidak sebanding dengan hasil jual yang didapat.

Salah satu petani sawit Supri (28) menuturkan jika menjelang bulan puasa atau ramadhan memang sudah biasa buah sawit menurun. Dan biasanya mereka berhenti untuk mengajak orang lain atau memberi upah dalam panen buah sawit, dan lebih memilih panen sendiri atau berguyur, karena biaya upah lumayan besar bahkan sangat terasa dampaknya.

“Sebelumnya harga sawit Rp 1500 per kg, tapi sekarang turun hingga Rp900 per kilogramnya. Turunnya harga jual membuat kami jadi tidak bersemangat dalam memanen sawit, karena untuk memberi upah panen dan biaya sehari-hari saja tidak cukup apalagi untuk membeli pupuk,” terang Supri, Sabtu (30/05/2015).

Jika harga sawit semakin menurun lanjut Supri masyarakat semakin kesulitan, teritama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, padahal petani sawit sangat mengharapkan dan bergantung pada hasil penjualan sawit.

“Jika harga tidak kunjung naik, maka biaya hidup semakin sulit. Dan sawit juga tidak terurus, karena untuk mengurus kebun sawit kami butuh biaya perawatan seperti pupuk, dan membersihkan kebun atau merumput,” ungkapnya.(mty)