Indonesia Bakal Hadapi Ekspansi Industri Elektronik Pasca Kelangkaan Chip Semikonduktor

0
148
Chip Semikonduktor, Foto: Dok/Internet

Kupas News – Berdasarkan statistik terbaru industri pembiayaan yang diunggah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sejak pandemi COVID-19, permintaan kredit barang elektronik mengalami kenaikan dari Rp3,49 triliun ke Rp3,77 triliun dan sekaligus menjadi salah satu penopang industri pembiayaan.

kendati permintaan yang tinggi tanpa di imbangi dengan suplai barang yang memadai, ini otomatis akan terjadi peningkatan harga barang elektronik. Sehingga kondisi kelangkaan bahan baku inilah yang menjadi ancaman ekspansi industri elektronik.

Saat ini Industri elektronik dikejutkan dengan permintaan barang yang tinggi akibat pandemi sehingga perusahaan chip kesulitan memenuhi permintaan pasar akibat kelangkaan chip dan semikonduktor global, yang adalah bahan baku utama produk elektronik.

Hal itu juga diungkapkan oleh Ketua Umum Gabungan Pengusaha Elektronik Oki Widjaja. Dimana saat ini sedang terjadi kelangkaan semikonduktor disebabkan oleh pabrik belum memiliki kapasitas yang mumpuni.

“Segala macam bentuk produk elektronika itu atau alat-alat rumah tangga butuh semikonduktor. Semikonduktor ini sedang shortage,” ujarnya.

Chip semikonduktor untuk industri otomotif, Foto: Dok/Internet

Produsen global pun membutuhkan waktu kurang lebih 2 tahun untuk membangun pabrik baru agar dapat memproduksi chip semikonduktor.

Selain itu, Oki menambahkan, kondisi kelangkaan yang saat ini terjadi adalah yang terparah sepanjang sejarah.

Kemudian kondisi ini diperparah dengan kelangkaan jenis logam dan bijih plastik termasuk dengan situasi logistik yang bermasalah.

Menanggapi hal tersebut, Febri Hendri selaku Juru Bicara Kemenperin mengatakan, pemerintah akan lebih intens membangun komunikasi dengan negara produsen dan investor semikonduktor.

Ia menambahkan, komunikasi sudah dilakukan dengan beberapa investor maupun produsen dari luar negeri, salah satunya dari Jerman. Harapannya adalah dapat membangun industri chip dan semikonduktor di dalam negeri.

Terkait permasalahan logistik, Febri menjelaskan bahwa Kemenperin telah mengambil langkah menurunkan biaya-biaya logistik untuk membantu para pengusaha. Selain itu, pemerintah berencana membangun industri kontainer logistik dengan bekerjasama lewat PT Krakatau Steel.