Batu Akikkkk

Kaur, kupasbengkulu.com – Kabupaten Kaur memiliki potensi batu akik, yakni di daerah Muara Sahung, yang mana mencari batu akik tersebut merupakan ladang uang bagi masyarakat setempat.

Melihat potensi ini Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kaur, membangun Gedung Pengrajin Bateru Akik, dengan bahan baku batu akik lokal yang pengelolaannya dibawah naungan Disperindagkop dan UKM Kabupaten Kaur.

Gedung tersebut digunakan, untuk memberikan pelatihan kepada pengrajin batu akik Kabupaten Kaur, yang tentunya pelatih yang ditempatskan di gedung tersebut, sudah sangat mahir dalam pembutan berbagai jenis kerajinan dari batu akik.

Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Kaur Agusman Efendi melalui Kabid Industri Harika menjelaskan, selain tempat berlatih gedung tersebut merupakan tempat koleksi berbagai jenis kerajinan batu akik mulai dari liontin, cincin, asbak rokok, keris, tongkat, ikan telur bebek dan masih banyak lagi kerwÀjinan lain yang sangat menarik karena batu akik ini banyak warna warninya.

“Kita memang punya potensi batu akik yang sangat luar biasa dari berbagai jenis dan banyak warna, dan di sini tidak menjual batu cincin, melainkan hanya mengolah berbagai jenis batu dari bahan baku lokal dan dijadikan koleksi. Serta kita membuka pelatihan untuk pengrajin batu akik di Kaur, dan siapa saja yang ingin belajar sebagai pengrajin batu akik disini pelatih siap mengajarinya tanpa dipungut biaya atau gr Seatis,” pungkas Harika.

Ia menjelaskan, pihaknya hanya menggunakan batu akik lokal untuk koleksi atau sebagai bahan contoh, dan pihaknya selalu ikut serta jika ada pameradaan batu akik pada event-event tertentu.

Untuk batu akik asli Kaur ini terdapat beberapa jenis yakni Solar, Cempaka Merah (Red Rafflesia), Cempaka Kuning, Teratai, Sulaiman, Natural Ring, Crisopola, Pancawarna, Lavender dan masih banyak lainnya.

“Di sini setiap pengunjung yang datang itu yang banyak diminati yakni Solar, Red Rafflesia, dan Cempaka Kuning,” tutup Harika.(mty)