kaur, kupasbengkulu.com – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) M. Daud Abdullah menerangkan untuk program pembangunan Kecamatan Kaur Selatan diunggulkan program pemberdayaan masyarakat dan akan diarahkan untuk mewujudkan pertanian yang tangguh, maju dan efisien.

“Ada tiga program yang diunggulkan yakni program pemberdayaan masyarakat dibidang peternakan sapi yaitu pemanfaatan limbah sebagai sumber energi yang mempunyai peran penting dalam kehidupan manusia berupa pengolahan menjadi biogas,” kata M Daud, Kamis (23/10/2014).

Menurut dia, hampir setiap rumah tangga yang membutuhkan gas ini untuk keperluan sehari-hari untuk kompor dan penerangan.

Namun tentunya perlu proses panjang seperti sekarang ini kelompok peternak sedang dalam proses pembelajaran dalam pengolahan kotoran ternak ini menjadi biogas.

“Kita juga dalam tahap sosialisasi kepada masyarakat untuk mengandangkan ternaknya supaya limbahnya bisa dimanfaatkan,” tutur M.Daud, Kamis (23/10/2014).

Selain itu juga di sektor perkebunan dan pertanian yakni kelapa dan ubi (singkong).

Dilihat dari perkebunan kelapa di Kecamatan Kaur Selatan ini tentunya sangat berpotensi, dengan luas lahan lebih dari 500 ha yang terletak di Kelurahan Bandar hingga ke Desa Pengubaian.

Dan dapat dilihat bahwa potensi kebun kelapa ini belum dimanfaatkan dengan baik, seperti kulit kelapa (sabut), tempurung, air kelapa, dan bahkan daun kelapa.

Selain itu juga ubi kayu seperti ubi kayu untuk diolah dan jadikan tepung mocaf sebagai pengganti tepung terigu.

Karena hasil panen ubi kayu tidak perlu susah lagi untuk memasarkannya, karena Pemda telah menyediakan tempat dan mesin untuk pengolahan ubi kayu menjadi tepung mocaf. Dan bersedia menampung ubi dari masyarakat untuk dibuat menjadi tepung.(mty)