“Istri Yang Cerewet” (Seribu Hancurnya Rumah Tangga)

Baca selanjutnya

UJH

TAUSIAH JUMAT UJH – Seneng banget punya isteri yang peduli. Peduli sama pakaian, kebersihan, makanan dan semuanya. Sehingga hal-hal kecil yang kadang penting jadi lupa tapi karena kepedulian isteri akhirnya jadi teringat.

Kadang penampilan yang kurang pas karena komentar isteri akhinya ganti kostum ikut selera isteri. Wah, gak nyangka teman-teman di kantor pada memuji semua.

Pas banget pak stelannya hari ini. Bapak dandan ke salon dulu ya. Dapat pujian begitu rasanya bangga dan sambil sumringah menjawab.

Ini, isteri yang mendandani. Dapat jawaban begitu puluhan pujian lainnya meluncur. Isteri bapak hebat. Duh, gak nyangka. Ibu tamat apa sih pak, dan macam-macam lagi.

Itu sisi positif dari istri yg peduli. Tapi ingat, isteri peduli bukan isteri cerewet. Sebab jauh sekali beda antara isteri peduli dengan istri cerewet.

Memiliki isteri yang cerewet. Allahuakbar. Duduk, berdiri atau berbaring salah semua. Kerja cepat ditanya mau ketemu siapa?. Apa gak betah lagi di rumah?

Lambat berangkat kerja. Ditanya kenapa belum berangkat?. Banyak makan krn masakannya enak dikomentari. Sedikit makan diberondong pertanyaan. Makan diluar dibilang dak setia, gak peduli, gak tenggang rasa.

Bersyukurlah, bila ada suami yang tahan dengan celoteh isterinya. Sebab di zaman sahabat. Ada seseorang yang datang kepada Khalifah Umar bin Khattab mau melaporkan kalau isterinya ngomel melulu.

Akhirnya Si Pulan yang baru sampai depan pintu rumah Khalifah Umar tidak jadi masuk dan memutuskan kembali ke rumahnya.

Pemilik rumah yang tak lain adalah Khalifah Umar. Melihat tamunya gak jadi masuk, langsung membuka pintu dan memanggil tamunya lalu bertanya.

Kenapa kamu tidak masuk. Tamunya menjawab. Saya tadi dari rumah berencana melapor kepada Khalifah Umar. Isteri saya cerewet dan selalu ngomel.

Sampai di depan pintu rumah Khalifah saya dengar istri tuan juga sedang marah-marah. Jadi, saya berfikir. Tuan Khalifah saja diomeli sama isterinya apalagi saya.

Khalifah Umar tersenyum. Lalu katanya, wahai saudaraku. Istri kita melayani kita 24 jam. Sambil mengurus rumah, menjaga dan mendidik anak-anak kita, menjaga harta suaminya, memelihara kebersihan, menyiapkan segala keperluan suami dan anak2nya.

Kalau dia marah-marah barang 10 sampai 15 menit ya didengar saja. Itu juga adalah cara dia melepaskan penatnya dan beban dihatinya.

Setelah itu dia akan bekerja untuk kita lagi.  Demikian bijak khalifah Umar bin Khattab. Lalu bagaimana dengan kita. Apa kita sanggup seperti Khalifah Umar.

Belum tentu. Buktinya, banyak pasangan muda yang memilih cerai dan mengakhiri ikatan rumah tangganya karena sudah tidak tahan dengan cerewet si istri.

Oleh karena itu wahai para isteri, yang baik itu adalah peduli bukan cerewet. Peduli pada suami saat-saat jam shalat. Peduli suami saat-saat jam makan.

Peduli suami untuk menjaga kesehatan. Sebab nada bicara isteri yang peduli dengan nada isteri yang cerewet jauh sekali bedanya.

Isteri peduli ketika mengingatkan suaminya makan siang dengan kalimat. “Papa, ini sudah jam 12 lewat lho. Papa makan di rumah atau dikantor nih. Papa jangan telat makan lho. Nih, kalo mau makan di rumah sudah mama siapin makanan enak-enak buat papa”.

Kalau isteri cerewet kalimatnya bernada suudzon, menjustifikasi dan serba gak enak didengar. Misalnya begini. “Papa, ini sudah jam 12 lewat. Kalau belum makan. Makan dulu. Nanti sakit siapa yang urus. Berobat mana ada yang murah sekarang. Kalau mau makan enak. Makan di luar sono. Di rumah nih gak ada yang enak. Gimana bisa masak yang enak-enak kalau uangnya pas-pasan terus”.

Padahal makanan enak itu karena penyajian dan pelayanan yang baik dan menyenangkan. Ayo rubah sifat dari cerewet ke peduli.

Kasihan, meski semuanya capek tapi tidak mesti semuanya jadi bahan omelan. Rumah tangga yang baik bukan rumah tangga yang tidak pernah ribut atau bertengkar.

Namun rumah tangga yang selalu bertengkar itu sudah pasti rumah tangga yang tidak baik dan tidak nyaman.

Mari tawa saubil haq tawa saubish shobri. Bina rumah tangga agar selalu sakinah mawaddah warahmah. Saling peduli antara suami dan isteri.(**)
Salam UJH

- Advertisement -

Gubernur Rohidin Hadiri Musda Pengajian Al-Hidayah

Kupas News – Gubernur Rohidin Mersyah hadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Pengajian Al-Hidayah Provinsi Bengkulu di Gedung Daerah Balai Raya Semarak Bengkulu, Sabtu (4/12)....

Polri Gelar Operasi Kemanusiaan Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Kupas News, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung menerbitkan surat perintah nomor: Sprin/XII/OPS.2./2021 untuk menggelar operasi kemanusiaan Aman Nusa II dalam rangka...

2 Pelatih Shoto-Kai Bengkulu Raih Penghargaan

Kupas News – Perguruan bela diri Shoto-Kai Provinsi Bengkulu kembali menorehkan prestasi, namun penghargaan kali ini diberikan kepada 2 orang pelatih. Kedua pelatih Shoto-Kai...

IKA SeMaKu Gelar Musyawarah Besar 8 Desember

Kupas News – Ikatan Keluarga Seluma Manna Kaur (IKA SeMaKu) akan menggelar musyawarah bersama (Mubes) ke-1 pada 8 Desember 2021 mendatang. Forum musyawarah tertinggi...

Miliki Ladang Ganja, Pelaku KDRT Dikenakan Pasal Berlapis

Kupas News – Kepolisian Resor Lebong menggelar konferensi pers atas keberhasilan pengungkapan kasus dugaan Tindak Pidana Narkoba golongan I jenis ganja pada Jum’at, (03/12). Konferensi...

Terbaru