Kaur, kupasbengkulu.com – Penurunan produksi pangan saat ini terjadi di seluruh Indonesia tidak terkecuali di Kabupaten Kaur, salah satu penyebab penurunan produksi pangan saat ini adalah terjadinya musim kemarau.

Untuk mengatasi masalah ini Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kaur Nandar Munadi mengundang Kepala Bandan, Dinas dan Kantor terkait untuk mencari solusi. Ia mengatakan dengan kemarau yang melanda saat ini kemungkinan terjadi kerawanan pangan di Kabupaten Kaur.
“Dengan ini mulai sekarang kedepannya harus diantisipasi, karena saat ini luasan tanam sedikit, maka hasil panen sedikit. Dengan kebutuhan kondisi sekarang ini, berdampak pada kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan beras! daging ayam dan telur,” ujar Sekda Kaur Nandar Munadi.

Menurut data dan hasil survey dari Badan Ketahanan Pangan (BKP) yang disampaikan Kepala BKP Herwan menuturkan penurunan pangan ini terjadi di 15 Kecamatan Kabupaten Kaur.

“Penurunan produksi pangan saat ini terjadi karena musim kemarau. Dari data yang kami peroleh penurunan pangan ini terjadi di 15 Kecamatan Kabupaten Kaur. Jika dipersentasekan penurunan pangan ini menurun 20 persen dari sebelumnya. Saat ini sumber air disungai-sungai debitny berkurang,” pungkas Kepala BKP Herwan.

Sedangkan untuk solusi dari penurunan ketahanan pangan dari Dinas Pertanian belum ada, contoh untuk penggarapan sawah non irigasi atau tadah hujan, petani belum bisa menggarap sawah, karena kemarau dan tidak ada hujan. Sedangkan untuk sawah irigasi debit air sudah mulai berkurang sehingga kualitas padi saat ini menurun.

Dari data Dinas Pertanian bulan Juni dan Juli 2015 di Kabupaten Kaur luasan panen tidak ada. Sedangkan untuk bulan Agustus 2015 terdapat empat Kecamatan di Kaur yang berhasil panen padi sawah irigasi yakni Kecamatan Nasal sebanyak 4 ha, Kinal 110 ha, Semidang Gumay 30 ha, dan Kaur Utara 187 ha. (mty)