Minggu, Oktober 2, 2022

Kepala DLK Bengkulu Selatan Penuhi Panggilan Komisi II

Baca selanjutnya

Kupas News – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bengkulu Selatan (BS) Novianto memenuhi panggilan anggota Komisi II DPRD Bengkulu Selatan, Selasa (20/04).

Pemanggilan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan BS terkait keluhan warga kelompok nelayan penerima bantuan perahu dan alat tangkap ikan. Seperti, bantuan mesin perahu tempel yang diterima terkesan dipaksakan sehingga tidak bisa dimanfaatkan.

Anggota Komisi II Riko Ferdiansyah mengatakan perencanaan terkesan dipaksakan. Ia menganalogikan kekuatan mesin perahu berukuran panjang 11 meter tidak mungkin di dorong dengan kapasitas mesin 25 PK, sehingga beban yang diangkat sangatlah tidak sesuai.

“Bagaimana mungkin kapasitas mesin 25PK mampu mendorong, sementara beban perahu berukuran panjang 11 meter. Ini yang membuat warga kelompok nelayan protes terhadap pengadaan ini,” tanya Riko.

Menanggapi hal tersebut Novianto mengakui ada kesalahan pada kaki mesin tempel. Ia menjelaskan, mesin tempel yang dipesan harusnya kaki panjang akan tetapi yang sampai kaki pendek. Sehingga tekanan baling-baling kapal tidak maksimal saat mengangkat beban perahu.

“Permasalahan ini sudah diatasi dengan menambah kaki baling-baling mesin. Sekarang untuk di Pino Raya sudah dapat digunakan,” sampai Novianto.

Soal perencanaan terkesan dipaksakan tersebut, ia menegaskan bahwa semua sudah diatur oleh pihak kementerian, bukan dipaksakan. Namun hanya karena keterbatasan anggaran membuat DLK Bengkulu Selatan harus menyesuaikan jumlah kebutuhan lainnya.

“Semua sudah diatur Kementerian. Bukan dipaksakan seperti apa yang disampaikan, namun karena keterbatasan anggaran maka pihak DLK menyesuaikan dengan jumlah kebutuhan lainnya,” bantah Kadis.

Sementara, Kabid Perikanan Tangkap Syaipul menuturkan, bahwa pihaknya selalu ikuti permintaan para nelayan seiring dengan perkembangan jaman.

“Awalnya pernah digunakan mesin 40 PK, akan tetapi dengan perahu yang terbuat dari viber ini, menurut nelayan kecepatannya sangat terlalu tinggi sehingga membahayakan pengguna (nelayan), lalu digunakanlah mesin 25 PK,” tandasnya. (Adv)

Editor: Irfan Arief

Rizky Billar Akan Diperiksa Polisi Pekan Depan Kasus Dugaan KDRT

Kupas News, Jakarta – Merebak kabar tak sedap ditengah masyarakat khususnya pecinta musik dangdut Indonesia, dimana telah terjadi insiden kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)...

Longsor Hantam Rumah Warga di Seluma Akibat Curah Hujan Tinggi

Kupas News, Seluma - Akibat curah hujan tinggi sejak siang hingga malam yang mengguyur wilayah Kabupaten Seluma menyebabkan beberapa rumah mengalami longsor dan terendam...

Solusi Digital untuk Merchant di Indonesia Hasil Kolaborasi BRI dan Majoo

Kupas News, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berkolaborasi dengan PT Majoo Teknologi Indonesia (Majoo) untuk memudahkan transaksi non tunai...

Ombudsman RI: Pemerintah Harus Kaji Ulang Regulasi MyPertamina

Kupas News, Kota Bengkulu - Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Bengkulu, Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika menemukan fenomena dimana hampir diseluruh SPBU yang...

Polres Mukomuko Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Program Bantuan PIID-PEL

Kupas News, Mukomuko - Polres Mukomuko secara resmi menetapkan Agus Setiawan selaku Direktur Bumdes Anak Negeri Pasar Bantal sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana...

Terbaru