Minggu, Januari 16, 2022

Kepala DLK Bengkulu Selatan Penuhi Panggilan Komisi II

Baca selanjutnya

Kupas News – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bengkulu Selatan (BS) Novianto memenuhi panggilan anggota Komisi II DPRD Bengkulu Selatan, Selasa (20/04).

Pemanggilan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan BS terkait keluhan warga kelompok nelayan penerima bantuan perahu dan alat tangkap ikan. Seperti, bantuan mesin perahu tempel yang diterima terkesan dipaksakan sehingga tidak bisa dimanfaatkan.

Anggota Komisi II Riko Ferdiansyah mengatakan perencanaan terkesan dipaksakan. Ia menganalogikan kekuatan mesin perahu berukuran panjang 11 meter tidak mungkin di dorong dengan kapasitas mesin 25 PK, sehingga beban yang diangkat sangatlah tidak sesuai.

“Bagaimana mungkin kapasitas mesin 25PK mampu mendorong, sementara beban perahu berukuran panjang 11 meter. Ini yang membuat warga kelompok nelayan protes terhadap pengadaan ini,” tanya Riko.

Menanggapi hal tersebut Novianto mengakui ada kesalahan pada kaki mesin tempel. Ia menjelaskan, mesin tempel yang dipesan harusnya kaki panjang akan tetapi yang sampai kaki pendek. Sehingga tekanan baling-baling kapal tidak maksimal saat mengangkat beban perahu.

“Permasalahan ini sudah diatasi dengan menambah kaki baling-baling mesin. Sekarang untuk di Pino Raya sudah dapat digunakan,” sampai Novianto.

Soal perencanaan terkesan dipaksakan tersebut, ia menegaskan bahwa semua sudah diatur oleh pihak kementerian, bukan dipaksakan. Namun hanya karena keterbatasan anggaran membuat DLK Bengkulu Selatan harus menyesuaikan jumlah kebutuhan lainnya.

“Semua sudah diatur Kementerian. Bukan dipaksakan seperti apa yang disampaikan, namun karena keterbatasan anggaran maka pihak DLK menyesuaikan dengan jumlah kebutuhan lainnya,” bantah Kadis.

Sementara, Kabid Perikanan Tangkap Syaipul menuturkan, bahwa pihaknya selalu ikuti permintaan para nelayan seiring dengan perkembangan jaman.

“Awalnya pernah digunakan mesin 40 PK, akan tetapi dengan perahu yang terbuat dari viber ini, menurut nelayan kecepatannya sangat terlalu tinggi sehingga membahayakan pengguna (nelayan), lalu digunakanlah mesin 25 PK,” tandasnya. (Adv)

Editor: Irfan Arief

- Advertisement -

Jelang HPL Terbit, Pemprov Bentuk Tim 13 Atasi Pengelolaan Pantai Panjang

Kupas News – Pasca pelaksanaan gerakan bersih Pantai Panjang Bengkulu bersama Forkopimda dan organisasi masyarakat peduli kebersihan pantai, Pemprov Bengkulu kian memantapkan langkahnya kelola...

Gubernur Rohidin Kunjungi Universitas Al Azhar Indonesia Bahas Kerja Sama

Kupas News – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah melakukan silaturahmi ke Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) di Jakarta. Berbagai hal dibahas dalam lawatannya pada Kamis...

Grand Opening Kafe Harsa Eat Terobosan Menu Andalan Unik di Bengkulu

Kupas News – Sebagian besar pelaku usaha kafe berlomba-lomba mengkreasikan desain tempat usahanya untuk menarik pelanggan. Terutama bereksperimen dalam sajian menu hidangan kemudian persaingan...

TP PKK Bengkulu Panen Melon Kualitas Premium

Kupas News – Ketua TP PKK Provinsi Bengkulu Derta Wahyulin panen buah Melon kualitas premium milik Toboponik NHK Bengkulu "Ikona Melon", yang dibudidayakan pada...

Pasca Konflik Plasma, LIRA Temukan Rapor Merah PT. Pamor Ganda di Jakarta

Kupas News – Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) baru saja merilis hasil penilaian pengelolaan lingkungan hidup perusahaan di Indonesia periode Tahun 2020-2021. Penilaian...

Terbaru