kupasbengkulu.com, Kepahiang – Sebuah mata air yang terdapat di kawasan perkebunan Talang Rimbo, wilayah Desa Nanti Agung, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang, dikenal angker dan bisa mengakibatkan warga mengalami gangguan kejiwaan.

Sejumlah warga yang diyakini mengalami gangguan kejiwaan akibat dari gangguan makhlus halus penunggu mata air, selaku pemilik lahan dan pekerja.

Bermula dari ganggunan kejiwaan yang dialami pemilik lahan yang pertama, menderita sakit dan kerasukan setelah beraktifitas di lokasi mata air. Seiring waktu, ia menunjukkan sikap aneh dan tertutup terhadap warga sekitar.

Kondisi itu, terus berlangsung bahkan semakin menjadi-jadi dimana dapat mengancam jiwa warga yang ada didekatnya. Diyakini sebab pemilik lahan mengalami gangguan kejiwaan oleh gangguan makhluk halus penunggu mata air, lahan kemudian dijual ke salah seorang warga yang mana akhirnya juga bernasib sama dengan pemilik lahan sebelumnya.

“Apa yang dialami oleh pemilik lahan di sekitar mata air angker itu sangat aneh. Tapi itulah mulanya, mata air yang berlokasikan di bagian hulu air Sungai Kuning dikenal angker oleh banyak warga. Saya tidak bisa menyebutkan identitas dari pemilik lahan yang mengalami gangguan kejiwaan. Tapi itu benar-benar terjadi dan juga dialami oleh pemilik lahan berikutnya,” ungkap warga, Edi Sindra Putra.

Pemilik lahan berikutnya, selaku warga membeli lahan dari pemilik pertama. Ceritanya sedikit mirip dengan apa yang dialami oleh penderita selaku pemilik lahan sebelumnya. Hanya saja, kondisi yang diderita oleh warga satu ini, lebih ditutup-tutupi oleh pihak keluarga terkait.

“Kalau mau tahu persisnya, coba saja datangi keluarga bersangkutan. Tapi, saya menyarankan agar tidak sampai dilakukan, karena pihak keluarga terkait terkesan ingin menutup-nutupi tentang apa yang tengah menimpa salah satu keluarganya. Pastinya, dua hal yang sama menimpa pemilik lahan itu, memperkuat keyakinan kami akan keangkeran mata air tersebut,” terang kades Sinar Gunung ini.

Begitu juga dengan yang dialami oleh pekerja atau penggarap lahan yang membuat kedua pemilik yang diceritakan terlebih dahulu mengalami gangguan kejiwaan. Meski tingkah anehnya sedikit berbeda, yakni suka ngoceh sendiri dan melarikan diri dari rumah, tetap saja diyakini akibat dari ganggung makhluk halus.

“Dari apa yang dialami oleh 3 warga itu, membuat saya selaku salah satu pemilik lahan disekitar mata air angker itu jadi ketakutan. Kalaupun ada yang mengatakan gangguan kejiwaan itu tidak ada kaitannya dengan makhluk halus, saya masih ragu untuk rutin beraktifitas disekitar lokasi mata air itu,” demikian Edi.(slo)