oleh

Kue Bongkol Ternyata Ada Mitosnya Lho…

Kue Bongkol
Kue Bongkol

kupasbengkulu.com – Bengkulu kaya akan sejarah dan budaya yang terlahir dari setiap sendi daerahnya termasuk kuliner yang unik. Salah satu kuliner khas Bengkulu adalah kue bongkol yang gurih dan manis.

Jika anda melewati kelurahan Tanjung Agung Kota Bengkulu, maka anda akan menemui banyak pedagang yang berjualan di trotoar jalan tersebut dengan sebuah meja. Makanan yang mereka jual adalah, kue bongkol dan pasangannya pendap dan kue talam.

Menurut Lismi Dewiyani (29), pembuat kue bongkol, jika kue bongkol dipasangkan dengan makanan selain pasangannya maka jualan tidak akan laku, atau ada yang kalah penjualannya. Karena menurut kepercayaan yang telah ada sejak jaman neneknya, bahwa makanan yang dibungkus daun harus berdampingan dengan makanan jenis lain yang juga dibungkus daun. Percaya atau tidak, tapi hingga kini mitos tersebut tetap dipercayai oleh masyarakat.

“Kami di sini memang percaya itu, mangkanya sampai sekarang bisa dilihat, kalau orang jualan kue bongkol pasti ada pendap dan kue talamnya” kata ibu dua anak ini.

Kue bongkol sendiri sebenarnya adalah campuran antara sari daun suji dan tepung beras yang dimasak lalu dimasukkan ke dalam daun pisang yang telah dibentuk bungkusan dan tidak bocor bersama dengan kuah santan yang telah diberi garam dan gula aren lalu dikukus kembali.

Lismi menambahkan, kue ini resepnya memang sangat sederhana namun telah menjadi ciri khas dari Bengkulu, khususnya kelurahan Tanjung Agung.

” Dulu saya mendapat resep dari nenek saya, nenek buyung. Pada jamannya ia sangat terkenal sebagai pembuat kue bongkol di Bengkulu ini. Pokoknya orang dulu pasti tahu sama kue bongkol nenek buyung. Saya memang suka masak jadi saya minta resep beliau, kebetulan kue ini juga kesukaan suami” ungkap Lismi.

Dalam sehari lismi biasa menjual hingga 150 buah kue bongkol kepada para penjual eceran, dengan harga 3 buah Rp. 5 ribu. Namun saat bulan puasa penjualan bisa menjadi 250 buah, karena pesanan dari para penjual takjil pasar kaget.

“Alhamdulillah pas bulan puasa rejeki bertambah, kalau bulan biasa pendapatan bersih saya Rp. 1,5 juta, insyaallah bulan ini jadi bertambah” Ujar Lismi.(cr10)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed