perahu

Aktivitas IRT di Kaur

Kaur, kupasbengkulu.com – Ada yang berbeda saat kupasbengkulu.com mampir di Pelabuhan Desa Sekunyit Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur, Sabtu (1/11/2014) ketika itu perahu nelayan sedang menuju ketepian.

Terlihat sekompok ibu-ibu berlari-lari kecil menuju perahu tersebut, untuk membantu perahu nelayan yang menepi dan membawanya parkir di pinggir pantai, sejajar dengan perahu lainnya yang sudah dahulu memarkirkan perahu mereka dipantai itu.

Sambil mendorong perahu ketepi pantai terdengar teriakan satu, dua, tiga dari ibu-ibu tersebut dan diikuti oleh yang lainnya.

Di Kabupaten Kaur hal ini dinamakan “Mboroh”, setelah selesai membantu nelayan mendorong perahu ketepian, para ibu-ibu mboroh ini diberi imbalan berupa ikan-ikan. Oleh ibu-ibu tersebut ikan perolehan mereka dijual ke penampung.

Para ibu-ibu mboroh ini tegabung dalam satu kelompok yang berjumlah 20 orang. Dalam satu hari biasanya mereka bisa mengumpulkan Rp 300 ribu dan dibagi dua puluh.

“Biasanya satu hari kita mengumpulkan duit Rp 200ribu hingga Rp 300 ribu hasil dari penjualan ikan. Dan langsung kita bagi duapuluh orang,” kata Yusmaini (42), Sabtu (1/11/2014).

Dikatakan Yusmaini, setiap harinya sebanyak 18 hingga 20 buah perahu yang didorong ketepian.

”Pekerjaan yang mereka lakoni sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan dapur seperti cabe, garam, dan kebutuhan dapur lainnya,” demikian Yusmaini.(mty)