gabah

gabah

Bengkulu Utara, kupasbengkulu.com – Kebutuhan pangan untuk masyarakat di Bengkulu Utara berupa beras 2016 per kapita masih dinyatakan jauh dari cukup.

Berdasarkan data, meskipun dalam pemenuhan dalam satu bulan dari jumlah penduduk Bengkulu Utara 281.699 jiwa dengan total kebutuhan 174,65 ton per jiwa di atas kertas sudah terpenuhi. Namun dilihat dari surplus stok hanya berkisar pada angka 27,020 ton.

Asumsi surplus tersebut belum dapat dijamin aman bagi kebutuhan pangan. Sebab dalam kajian belum termasuk dengan kerawanan pangan yang terjadi dalam tahun 2016 ini.

Menyikapi hal tersebut,Kepala Badan Ketahan Pangan dan Pelaksanaan Penyuluhan (BPKP3),Yoyo Suparyo, Kamis (10/3/2016) di ruang kerja menjelaskan dan membenarkan kalau stock pangan berupa beras dari jumlah penduduk angka 27,020 ton sangat rendah.

“Berbicara dengan beras memanag sangat rendah produksi yang dihasilkan oleh petani di Bengkulu Utara. Tapi pemerintah ada program KRPL.

Diterangkan Yoyo, BKP3 mempunyai dua menu kegiatan. Yaitu ketahanan pangan dan Penyuluhan. Mengacu pada ketahanan pangan, ada namanya ketersediaan.

Dalam pemenuhan kebutuhan pangan berupa beras dari jumlah penduduk Bengkulu Utara didapati dari hasil produksi petani dalam musim panen berjumlah 42.235 ton. Ditambah lagi dari bulog 302,04 ton total 42.537 ton. Dari total itu setelah didistribusikan kepada masyarakat, ada angka stok 27.020 ton.

“Dilihat dari angka tersebut memang sangat rendah untuk stok.Makanya kita mengharapkan kepada masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah,”terang Yoyo

Ditambahkannya, untuk jumlah Gapoktan di Bengkulu Utara 164 membawahi 1.442 dengan PPL 167 orang. Terdiri dari 76 PNS,71 THL dan 20 orang swadaya. (Jon)