KUPAS BENGKULU – Warga Desa Pagardin, Kecamatan Ulok Kupai, Kabupaten Bengkulu Utara, mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan dan jembatan yang hingga kini belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Jalan utama menuju Desa Pagardin masih berupa koral bercampur tanah dan belum pernah diaspal selama bertahun-tahun.

    Kondisi jembatan gantung di Desa Pagardin yang Rusak

Kondisi tersebut sangat menyulitkan aktivitas warga, terutama saat musim hujan. Jalan yang berlumpur dan licin kerap tidak dapat dilalui kendaraan, sehingga menghambat mobilitas masyarakat, termasuk akses pendidikan, kesehatan, serta distribusi hasil pertanian.

Selain jalan yang rusak, warga juga mengkhawatirkan kondisi jembatan gantung yang menjadi akses vital penghubung desa. Ujang, salah seorang warga Desa Pagardin, menyampaikan bahwa jembatan gantung tersebut saat ini mengalami kerusakan parah. Meski masih dapat dilewati, kondisi jembatan terlihat miring dan dinilai sangat membahayakan keselamatan warga.

“Jembatan ini memang masih bisa dilewati, tapi kondisinya sudah miring dan sangat mengkhawatirkan. Kami takut sewaktu-waktu bisa roboh,” ujar Ujang.

Warga berharap Pemerintah kabupaten maupun Provinsi Bengkulu dapat segera turun tangan dengan membangun dan mengaspal jalan menuju Desa Pagardin yang panjangnya mencapai belasan kilometer. Selain itu, masyarakat juga meminta agar jembatan gantung yang ada segera diganti dengan jembatan permanen demi keselamatan dan kelancaran aktivitas warga.

Menurut warga, perbaikan infrastruktur tersebut sangat penting untuk meningkatkan perekonomian desa serta membuka keterisolasian wilayah yang selama ini dirasakan masyarakat Pagardin.

[Ipulpekal]