Nugroho Tri Putra.S.I.Kom

Nugroho Tri Putra.S.I.Kom

Oleh: Nugroho Tri Putra*)

Salah satu faktor yang bisa menarik konstituen untuk memilih caleg (calon legislatif) pada 9 April hari ini adalah caleg yang memiliki track record atau rekam jejak yang baik, karena dengan memiliki track record yang baik umumnya caleg akan memiliki visi dan misi yang jelas dan baik, serta berkompeten mewujudkan visi dan misinya, meskipun bisa saja hal ini tidak berlaku untuk semua caleg. Namun, track record akan tetap menjadi suatu tolak ukur, mengapa konstituen memilih caleg tertentu.

Saat ini sangat sulit untuk mencari caleg yang memiliki track record yang baik. Katakanlah caleg yang punya nama karena berbagai pengalamannya. Mungkin, banyak caleg yang maju ke panggung politik hanya karena ingin duduk di parlemen, dan karena tergiur dengan gajinya, bukan yang serius untuk memperjuangkan aspirasi konstituennya.

Caleg-caleg yang memiliki nama di masyarakat pun saat ini banyak memanfaatkan track record mereka sebagai caleg yang bisa berbuat banyak dan berjanji lebih besar, dibandingkan caleg yang tak punya nama dan minim track record.

Ada hal penting yang mungkin banyak luput dari perhatian. Pengamatan penulis, ketika mencermati caleg-caleg yang berkampanye secara langsung melalui tatap muka dengan warga, dan melalui berbagai media pencitraan, serta media massa.

Kecenderungan caleg hanya bersosialisasi kepada masyarakat golongan tertentu, yakni masyarakat yang menjadi sasaran dan target sebagai konstituennya nanti.

Terpikirkah oleh mereka bahwa sebagai caleg tak cukup sekedar punya nama, tetapi juga harus memiliki hati. Hati yang peduli terhadap sekitarnya, peduli terhadap kondisi sosial lingkungannya.

Jika dihadapkan pada kaum marginal, apa yang diperbuat oleh caleg sekarang? Bukankah tak cukup hanya melakukan sosialisasi kepada konstituennya saja? Lihatlah saudara-saudara kita yang saat ini masih harus bertahan hidup dari mengais sampah, dari mengemis dan berpanas hujan demi sesuap nasi.

Sebagus apapun program yang ditawarkan para caleg, seolah tidak berpengaruh bagi mereka. Toh, mereka hanya mendapat kaos yang terpampang wajah caleg, tapi tidak merubah kehidupan mereka.

Sangatlah penting para caleg melakukan pemetaan visi dan misi yang baik, agar caleg yang bertarung untuk duduk menjadi wakil rakyat benar-benar tahu dan paham terhadap apa yang menjadi mayoritas keluhan dan harapan dari masyarakat. Bukankah visi dan misi caleg tidak hanya diperuntukkan masyarakat golongan tertentu?

Caleg yang memperhatikan konstituennya akan memiliki hati nurani, dengan merubah pola pikir. Banyak pembelajaran dari masa lalu, bahwa wakil rakyat tak sepenuhnya berbuat untuk rakyat.

Caleg yang peka dengan kondisi akan menawarkan visi dan misinya hasil dari aspirasi dan jeritan hati masyarakat, tentunya dengan banyak pertimbangan dari berbagai aspek, agar visi dan misi tepat sasaran.

Bukan sekedar visi dan misi yang tiba-tiba muncul hanya untuk menarik hati konstituen.

Caleg yang hanya punya nama, tetapi tidak memiliki hati nurani terhadap masyarakatnya, lebih baik tidak menjadi pilihan pada 9 April hari ini.

Alasannya, bisa jadi mereka hanya ingin semakin menaikkan polularitas mereka melalui kedudukan yang ingin diraihnya, bentuk perhatian yang dilakukan saat ini hanya bagian dari tipu daya agar hati konstituen tergerak untuk memilih mereka.

Padahal, jika sudah terpilih nanti, belum tentu caleg akan kerja dengan memprioritaskan rakyatnya,. Meskipun tidak semua caleg demikian.

Idealnya, memilih caleg yang sesuai dengan hati, tahu visi dan misinya, jelas track record-nya.

Ibarat cinta, jika kita telah mengetahui hati seseorang yang sesuai dengan kriteria dan harapan kita, maka kita akan memilihnya.

Sekuat apa pun godaan yang melanda, jika kita sudah tahu luar dalamnya, maka kita akan tetap memilihnya. Begitu juga soal pilihan caleg nantinya. Lebih baik memilih yang memiliki hati nurani, dari pada kita tersakiti dikemudian hari.

Untuk para caleg, buktikan bahwa kalian benar-benar akan berbuat untuk rakyat. Buktikan bahwa kalian memang pantas untuk menjadi pilihan hati rakyat.

Dari mana pun asal-usul kalian, terkenal atau tidak terkenal, merasa memiliki visi dan misi yang baik, dan siap mengabdi jadi wakil rakyat. Lebih baik buktikan dari sekarang. Jangan hanya menjaga nama, tapi tak menjaga hati konstituen. Jika memang mampu berbuat, mengapa harus menunggu terpilih?! (*)

*)Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Andalas, Padang
Penerima Beasiswa S2 Dalam Negeri Kementerian Kominfo RI 2013