oleh

Pupuk Subsidi Langka, Sawit Warga Ngetrek

Pemilik Kios Pupuk Haji Sungai Rumbai,  Bahrun
Pemilik Kios Pupuk Haji Sungai Rumbai, Bahrun

kupasbengkulu.com – Sejak 1 bulan terakhir pupuk bersubsidi di Kecamatan Sungai Rumbai Kabupaten Mukomuko mengalami kelangkaan.

Akibatnya, Tandan Buah Segar (TBS) petani setempat tidak menghasilkan serta buahnya mengecil (Ngetrek,red), sekitar 20 persen hingga 30 persen.

”Di kios pupuk saya sudah satu bulan ini tidak ada masuk pupuk subsidi. Jadi, petani sawit tidak bisa memupuk tanaman sawit. Makanya, TBS warga menjadi ngetrek,” kata Pemilik Kios Haji Tani Desa Gajah Mati Kecamatan Sungai Rumbai Kabupaten Mukomuko, Bahrun, Rabu (15/1/2014).

Ia mengatakan, langkanya pupuk dikarenakan belum adanya pasokan dari Distributor Kota Bengkulu.

Selain itu, lanjut dia, diketahui juga jika jatah pupuk subsidi akan adanya pengurangan jatah.

Sehingga pupuk subsidi tidak bisa disalurkan dengan kios-kios yang ada di setiap kabupaten di Provinsi Bengkulu.

”Setahu saya adanya pengurangan jatah, makanya pupuk subsidi itu menjadi langka,” jelas Bahrun.

Untuk harga pupuk subsidi, terang dia, pupuk urea Rp 105 ribu/ 50 kg, pupuk phonska Rp 125 ribu/ 50 kg, Pupuk SP 36 Rp 110 ribu/ 50 kg, Organik Rp 25 ribu/kg dan ZA Rp 70 ribu/50 kg.

Namun, jelas dia, untuk pupuk nonsubsidi harganya lebih tinggi dari pupuk subsidi.

”Kalau stok pupuk non subsidi di tempat kita ada. Tapi, kalau yang subsidi sama sekali tidak ada lagi. Warga pun enggan membeli pupuk non subsidi lantaran terlampau mahal,” beber Bahrun.(gie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed