Senin, Agustus 15, 2022

Sandwich Generation, Apakah Kamu Termasuk ?

Baca selanjutnya

Akhir-akhir ini kerap ditemukan dengan istilah-istilah baru yang mungkin terasa asing bagi kita. Istilah itu bisa datanganya dari bahasa prokem atau serapan dari bahasa asing. Salah satunya ‘Sandwich Generation’. Istilah ini mungkin sebagian orang sudah sangat memahami namun, tak jarang pula yang belum mengerti sama sekali. Pastinya istilah ini belum familiar.

Istilah Sandwich generation awalnya banyak dipupulerkan oleh pakar keuangan atau para konten creator yang bergerak di bidang tips bisnis dan finansial. Mereka memakai istilah Sandwich Generation untuk menggambarkan situasi dimana seseorang individu yang memiliki tanggungan (beban keuangan) dari atas maupun dari bawah yang terjadi pada waktu bersamaan.

Profesor dari Universitas Kentucky, Amerika Serikat Dorothy A. Miller adalah pencetus istilah ini pada tahun 1981. Ia mendefinisikan generasi sandwich sebagai kelompok individu yang bertanggung jawab atas kehidupan orang tua dan anak-anak mereka.

Seperti namanya sandwich yang dalam bahasa Indonesia artinya roti lapis. Seseorang individu itu diibaratkan bagian tengah dari roti lapis, Ia ‘dihimpit’ dari atas dan bawah. Seseorang individu harus menangungung beban hidup keluarga bisa adik-adik yang belum berpenghasilan dan orang tua yang sudah tidak berpenghasilan. Bahkan lebih ekstem seperti harus menanggung beban hidup nenek atau keponakan atau bibi atau paman.

Situasi inilah yang disebut individu itu sebagai seorang ‘Sandwich Generattion’. Bisanya dialami orang-orang dalam usia produktif atau generasi milenial dan generasi Z. Well bagaimana dengan anda, apakah masuk kategori Sandwich Generation?

Menurut berbagai penelitian, kondisi terjepit bak sandwich ini kerap menimbulkan stres pada generasi milenial yang kemudian berpengaruh besar pada kehidupan keluarga maupun sosialnya, terutama arus keuanga keluarga. Apabila tidak segera diatasi akan berakibat sangat fatal dan bisa saja berlangsung turun temurun.

Generasi ini banyak dialami individu di berbagai negara terutama negara-negara berkembang seperti Indonesia. Korea Selatan saat ini masih mencatatkan sandwich generation tertinggi di Asia. Selain itu di China, Inggris dan Australia generasi ini juga mendominasi. So jangan khawatir berlebihan namun, bukan berarti kamu harus terlena dengan himpitan ini.

Ciri dan Jenis Sandwich Generation

Kamu disebut sandiwch generation apabila dalam situasi harus menanggung beban hidup keluarga seperti orang tua dan adek-adek sekaligus. Lebih sederhananya kamu tulang punggung keluarga. Faktornya bisa berbagai macam. Orang tua kamu sudah tidak berkerja atau pensiun atau memang tidak berpenghasilan. Lain pihak adik-adik kamu belum memiliki penghasilan karena belum memasuki usia produktif atau tidak kerja. Beban inilah yang kemudian menjadi tanggungan kamu.

Menurut berbagai literature ada tiga jenis Sandwich Generation;

Sandwich tradisional

Mereka yang sudah berusia 40-50 tahun namun masih harus menanggung kebutuhan anak-anak yang sebetulnya sudah masuk usia produktif tetapi belum mandiri secara finansial. Di sisi lain, mereka pun bertanggung jawab atas orang tua lanjut usia yang tidak lagi produktif bekerja.

Cub sandwich

Berisi kelompok usia 50-60 tahun, generasi ini menanggung hidup orang tua sekaligus anak yang telah dewasa hingga cucu mereka. Jika kamu berusia 30-40 tahun, bisa juga dikelompokkan dalam tipe ini. Bahkan, ‘beban’ yang ditanggung berlipat-lipat Dengan anak yang masih kecil, orang tua dan kakek nenek pun bergantung secara finansial padamu.

Open-faced sandwich

Tipe ini mengacu pada individu yang terlibat aktif merawat lansia. Tipe ini juga bisa dikategorikan apabila kamu misalnya merawat paman atau bibi yang belum menikah dan tidak berpenghasilan, bisa pula kelurga lain dititipkan dengan kamu.

Kanwil Kemenkumham Bengkulu Sosialisasikan Kekayaan Intelektual Manusia

Kupas News, Bengkulu – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kakanwil Kemenkumham) Provinsi Bengkulu Erfan mengatakan, kekayaan intelektual adalah hak yang...

54 Paskibraka Bengkulu Siap Kibarkan Merah Putih 17 Agustus Besok

Kupas News, Bengkulu – Setelah melalui seleksi dan pemusatan latihan, sebanyak 54 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Bengkulu Tahun 2022 dikukuhkan Gubernur Rohidin...

Garda Rafflesia Minta APH Usut Proses Lelang Puskesmas Pondok Suguh

Kupas News, Bengkulu – Proses lelang Renovasi-Penambahan Ruang Persalinan Puskesmas Pondok Suguh Tahun 2022 di Dinas Kesehatan Mukomuko turut menjadi perhatian aktivis lembaga swadaya...

Polisi Temukan 24 Paket Ganja Dikontrakan Warga Kebun Ros

Kupas News, Kota Bengkulu - Prestasi ditorehkan kembali oleh Ditresnarkoba Polda Bengkulu yang berhasil mengungkap penyalahgunaan Narkoba dengan menangkap seorang tersangka berinisial MO (37)...

Kejuaraan Tenis Meja Bengkulu Resmi Ditutup

Kupas News, Bengkulu - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah secara resmi menutup Kejuaraan Tingkat Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Tahun 2022 sekaligus menyerahkan...

Terbaru