Sabtu, Desember 4, 2021

Satu Bulan TPI Pulau Baai Gelap Gulita, Nelayan Selalu Kemalingan

Baca selanjutnya

Meteran listrik di lokasi TPI Pulau Baai yang disegel PLN.
Meteran listrik di lokasi TPI Pulau Baai yang disegel PLN.

kupasbengkulu.com – Aliran listrik di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pulau Baai, Kelurahan Kandang Mas, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, satu bulan terakhir diputus,  ini ditandai penyegelan dari PT. PLN pada meteran sakelar karena menunggak, hal ini berimbas pada tingginya aksi pencurian di lokasi itu.

Dampaknya, hasil tangkapan nelayan di TPI acap kali kehilangan karena dicuri. Bahkan, nelayan yang bermukim di TPI tidak beraktivitas saat malam hari dan membuka lapak jualan saat subuh hari.

”Ada puluhan nelayan di TPI ini. Sejak penyegelan sakelar, hasil tangkapan nelayan banyak yang hilang dicuri. Saya tidak tahu persis kenapa ada pemutusan aliran listrik dan penyegelan,” kata Lusi salah seorang penghuni lapak di TPI Pulau Baai, Kamis (30/1/2014).

Anehnya, dari kalangan nelayan di TPI sebelum dilakukan pemutusan, lanjut dia, nelayan tetap dipungut biaya pembayaran tagihan listrik setiap bulan Rp 50 ribu perbulan dengan UPTD TPI.

”Setiap bulan kami bayar iuran bulanan Rp 50 ribu. Iuran tersebut bervariasi terhadap nelayan yang ada di TPI. Tapi, kenapa aliran listrik tetap dipadamkan. Namun, sejak adanya pemadaman, kami tidak ada lagi di pungut iuran bulanan,” jelas Lusi.

Senada disampaikan, Feli pemilik lapak di TPI mengungkapkan, sejak adanya pemadaman dan penyegelan sakelar listrik. Banyak kalangan mengalami kerugian.

Ia lanjutkan, biasanya nelayan bisa membuka lapak sejak subuh. Namun, sejak pemutusan listrik nelayan baru beraktivitas setelah matahari keluar.

”Rugi juga kalau ada pemutusan ini. Kami minta agar aliran listrik bisa kembali dinyalakan,” imbuh Feli.

Saat dikonfirmasi dengan pihak UPTD TPI, sayangnya kepala UPTD tengah tidak berada ditempat.

”Kalau nelayan disini tidak ada di pungut biaya untuk bayar listrik. Pemutusan listrik ini dikarenakan adanya tunggakan tagihan makanya disegel. Tapi, jelaskan tanyakan dengan bos (Kepala UPTD,red) saja. Sekarang dia lagi berada diluar,” ungkap salah seorang karyawan UPTD TPI, yang enggan menyebut namanya.(gie)

OJK Tetapkan Modal Inti Minimum Bank Bengkulu Sebesar Rp3 Triliun

Kupas News – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan aturan modal inti minimum sebesar Rp3 triliun. Kelonggaran ini diberikan kepada setiap Bank Pembangunan Daerah (BPD),...

Bea Cukai Bengkulu Musnahkan Barang Sitaan

Kupas News – Direktorat Jendral Bea dan Cukai melalui Kantor Pengawasan dan Pelayanan (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkulu, Kamis pagi (2/12/2021) melakukan pemusnahan...

Aksi Demo Warga Tuntut Bupati Mian Tutup PT. Pamor Ganda

Kupas News – Usai beberapa kali menggelar pertemuan dengan manajemen PT. Pamor Ganda tidak membuahkan hasil, akhirnya warga Desa Pasar Ketahun, Lubuk Mindai, dan...

Presiden RI Keluarkan Kebijakan Segera Belanjakan TKDD 2022

Kupas News – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pimpin penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD)...

Berikut Ini Motor “Offroad” Trail Terbaik Sepanjang 2021

Kupas News – Industri sepeda motor setiap tahunnya selalu mengembangkan berbagai inovasinya. Sudah pasti teknologi dan spesifikasi terkini yang diterapkan pada keluaran terbaru mereka....

Terbaru