oleh

Sejarah Desa Minggir Sari dan Konflik PT.SIL (II)

-SELUMA-3 views

Seluma, kupasbengkulu.com – Tepat pada tanggal 9 Februari 2011 balai lelang negara Jakarta mengeluarkan hasil lelang yang dimenangkan oleh Sandabi Indah Lestari (PT SIL) atas pengumuman balai lelang tersebut seluruh aset PT Way Sebayur dikuasai oleh PT SIL.

(terkait: Sejarah Desa Minggir Sari dan Way Sebayur)

“Pada saat itu way sebayur tutup buku dan lahan yang dimiliki mutlak milik PT SIL, PT SIL membeli lahan tersebut dengan negara melalui badan lelang negara,”Ungkap Manager Kebun PT SIL Cabang Seluma Supri Senin (23/3/2015).

Namun kata Dia,luas HGU yang dikeluarkan pada saat itu berbeda yakni selisih 550 hektare.

“Luas HGU berbeda HGU Way sebayaur 2.812 hektare sedangkan HGU PT SIL seluas 2.204,18 Hektare, saya tahu persis karena saya saat itu karyawan di PT. Way Sebayur,”terangnya.

Dia menjelaskan sebanyak 20 orang warga Trans Minggir Sari yang dulunya tinggal di lokasi eks way sebayur diizinkan mendiami lokasi tersebut tanpa adanya surat atau perjanjian apapun.

“Memang tidak ada perjanjian secara administrasi, namun sebagian warga di sana dipekerjakan di PT SIL, dulunya tidak ada yang berani melarang karena sebelumnya diberi izin oleh manager PT Way Sebayur,”kata Supri melanjutkan ceritanya.

sebelumnya kata Supri ketua Forum Petani Bersatu (FPB) Osian Pahpahan merupakan kepala mekanik PT Way Sebayur yang juga mengetahui kejelasan lahan Eks transmigrasi Dusun Minggir Sari.

“Dia (osian red) mengingkari sejarah dia sendiri karena dulu Pak Osian itu teman saya, kita satu payung namun entah apa permasalahannya sehingga seperti itu,”bebernya.(Bersambung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 × 5 =

News Feed