oleh

Serunya Makan Siang dengan Menu Kepala Gebur dan Rebung Asam

Gulai Ikan Gebur dan Rebugn Asam
Gulai Ikan Gebur dan Rebugn Asam

Perjalanan menyenangkan dilakukan saat menelusuri beberapa lokasi wisata alam dan sejarah di Bengkulu yang dilakukan kupasbengkulu.com beberapa waktu lalu.

Ada banyak kekayaan alam dan sejarah di Bengkulu mulai dari daratan hingga lautan, nah siang itu secara tak sengaja kupasbengkulu.com singgah ke rumah salah seorang sahabat di Kelurahan Sidomulyo.

Yahh, hari memang telah siang saat itu, lelah berkeliling di Jalan Jendral Soeprapto yang dahulunya bernama Peramuan atau beberapa kawan-kawan dari Yogyakarta menjulukinya “Malioboronya Bengkulu”.

Di rumah sahabat itu secara mengejutkan kami disuguhkan menu makan siang Kepala Ikan Gebur dimasak dengan Rebung Asam. Nah, ini masakan khas Bengkulu.

Ikan Gebur jika masyarakat Pulau Jawa menyebutnya ikan kuwe. Mata saya seperti mau melompat saat melihat hidangan itu, kepala ikan gebur tampak mendominasi di sebuah mangkuk plastik dihiasi rebung asam, rebung merupakan pohon bambu yang masih muda, tidak semua bambu bisa dimasak memang.

Tidak saja rebung terdapat juga pete dicampur dalam masakan itu. Masakan ini memang sedikit pedas dan asam disempurnakan juga dengan santan kelapa, nah bagi yang memiliki kolesterol tinggi memang perlu antisipasi dini sebelum memakan menu ini.

Belum ke Bengkulu memang jika tak menikmati menu khas ini. Tuan rumah memang tak langsung menawarkan kami untuk menyantap menu itu, dia sepertinya ingin mempermainkan emosi kami yang berkecamuk, lapar, dan nikmatnya menu kepala gebur itu.

Seperti tahu dengan kecamuk hati dan emosi kami, sang empu rumah menawarkan kami untuk mulai menyantap menu kepala gebur, kuambil satu piring nasi, perlahan beringsut mendekati mangkuk berisi kepala gebur dicampur rebung asam itu.

satu, dua, sendok kuah santan bercampur sambal itu ku tabur di nasi dan woww….rekanku mendadak main potong mendahului dan ternyata ia sangat berselera menikmati mata ikan gebur tersebut.

“Makan ikan ini tak lengkap jika tak menikmati mata ikan yang bulat dan gurih ini,” ujar rekanku sambil memotes mata ikan gebur yang menurutku memang spesial itu.

Satu dua sendok nasi bercampur kuah gebur masuk ke mulutku, aroma rebung muda nan asam menyeruak namun gurih, nafsu makanku semakin memacu dan kucoba menggigit daging ikan dan wow, gurih dan lezat.

Ada rasa asam, pedas, namun tak anyir di daging gebur itu, racikan jeruk nipis memang telah membuang rasa anyir ikan itu.

Sedang asyik “bertempur” dengan kepala gebur, tuan rumah mengingatkan ini sajian kabau jika berminat.

Alamak, syurga betul ini fikirku, kabau tanaman aneh sebesar ujung jari saat digigit memiliki rasa gruih nan manis namun beraoma keras dimulut, makan semakin tak terkontrol.

Tak sampai 40 menit semua menu telah berpindah ke perut kami dan aku izin untuk bersendawa. Untuk mendapatkan masakan menu ini jika anda berkunjung ke Bengkulu akan sangat mudah sekali, karena hampir para kaum ibu di Bengkulu sangat mahir memasaknya. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

four + 16 =

News Feed