Kaur, kupasbengkulu.com – Kabupaten Kaur merupakan salah satu kabupaten yang punya peninggalan sejarah, dari para penjajah dan kerajaan zaman dahulu. Namun, saat ini situs-situs bersejarah tersebut banyak yang sudah tidak diketahui keberadaannya atau hilang bahkan dicuri orang.

Hal ini diungkapkan Kasi Sejarah dan Purba Kala Doni Fitrolubis, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kaur. Ia mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mengajukan permohonan, kepada Pemda untuk melakukan pemeliharaan situs-situs sejarah di Kabupaten Kaur. Namun, hingga saat ini belum ada jawaban dari Pemda Kaur.

“Saat ini memang banyak situs-situs sejarah telah hilang, dan tidak diketahui keberadaannya. Dari berbagai tempat yang dikenal bersejarah banyak terdapat bekas galian dan lubang ditanah oleh para pemburu harta karun,” ujar Doni, Kamis (08/01/2015).

Salah satu benda sejarah yang telah hilang, yakni sebuah jam yang sering berbunyi di daerah Sambat Kecamatan Maje. Konon katanya jam tersebut selalu berbunyi di waktu tertentu seperti pukul 00.01 WIB, pukul 01.01 WIB hingga pukul 02.01 WIB dan seterusnya.

Masyarakat sekitar mempercayai jika itu suara mahkluk gaib atau penghuni sungai. Ternyata mereka salah, jam tersebut merupakan jam emas yang berada disekitaran pinggir sungai dan terkubur ditanah.

“Cerita tersebut sampai ketelinga orang luar daerah Kaur, hingga akhirnya dicuri. Dan saat ini disekitaran daerah sambat tidak pernah lagi mendengar bunyi berdentang, karena barangnya sudah hilang,” pungkas Doni.

Selain itu, katakannya, di daerah Padang Guci banyak situs sejarah seperti batu hitam peninggalan bersejarah serta situs-situs lainnya banyak yang sudah tiada, didaerah Kecamatan Muara Sahung terdapat situs bersejarah dari kerajaan Sriwijaya.

Oleh karena itu, besar harapan kepada Pemda Kaur untuk memperhatikan dan memelihara cagar budaya serta situs sejarah ini supaya bisa dikenang oleh genarsi selanjutnya.(mty)