Illustrasi irigasi kekeringan

Illustrasi irigasi kekeringan

kupasbengekulu.com, Bengkulu Utara – Kesulitan mendapatkan air bersih saat ini dirasakan oleh masyarakat. Sumur sudah kering. Seperti yang dirasakan oleh masyarakat di Desa Arga Mulya Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara.

Bulan Oktober ini saja, warga untuk mendapatkan air terpaksa pergi ke sungai mencuci dan untuk air minum. Sejauh ini belum ada upaya dari pihak pemerintah daerah untuk menyuplai air bersih kebeberapa kecamatan yang tidak dapat mendapatkan air bersih.

“Sudah satu bulan ini kami tidak mendapatkan air bersih lagi dari sumur. Untuk mendapatkan air,terpaksa pergi kesungai yang tidak jauh dari rumah. Adapun air yang dikonsumsikan unutk kebutuhan masak dan minum air sungai itulah kami minum,ungkap Murdiman.

Lain lagi yang dikatakan oleh Pebrian Kasubag Umum, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Ratu Samban Bengkulu Utara mengajcu kepada Undang-undang tentang air minum,sesungguhnya pihak pemerintah daerah harus mengalokasi anggaran untuk PDAM. Tetapi, kenyataannya, sejauh ini belum ada anggaran yang dialokasikan dalam APDB setiap tahunnya.

“Dengan kondisi musim kemarau ini,yang menjadi kambing hitam adalah pihak PDAM. Ketika kita menyuplai air ke kecamatan,tidak ada alokasi dana untuk itu. Intinyanya kami ini sebagai pengelolah yang diserahkan oleh pihak pemerintah daerah,”ungkap Pebrian.

Dia menambahkan,dana yang dikelolah dalam operasi PDAM ini merupakan dana APBN. Ada sebagian yang tidak mengetahui,pihak PDAM selalu merugi. Intinya,pendapatan dari penjualan air itu dipergunakan untuk operasional dan pemeriliharaan.

“Belum pernah pihak PDAM diajak oleh pihak DPRD untuk Hearing. Kehadirran di dewanpun hanya sebatas unddangan biasa,”demikian.(jon)