Home » BENGKULU » Membawa Berkah, Pohon Meihua Hiasi Imlek

Membawa Berkah, Pohon Meihua Hiasi Imlek

by Yasrizal

Romo Sun Lie terlihat sedang menghias Pohon Meihua untuk perayaan Imlek karena dianggap membawa berkah, Kamis (30/01/2014).

Romo Sun Lie terlihat sedang menghias Pohon Meihua untuk perayaan Imlek karena dianggap membawa berkah, Kamis (30/01/2014).

kupasbengkulu.com – Pohon Meihua adalah salah satu ornamen yang tak pernah ketinggalan saat Tahun Baru Imlek tiba. Selain dijadikan hiasan, bagi masyarakat Thionghoa, pohon Meihua dianggap sebagai lambang harapan, keuletan, kebahagiaan, dan kesejahteraan.

Di Cina, pohon Meihua juga digunakan sebagai perlambang menyambut musim semi. Namun bukan hanya di Cina saja, bahkan masyarakat Thionghoa di Kota Bengkulu juga memajang hiasan pohon Meihua di rumah maupun tempat ibadah. Seperti halnya di Vihara Buddhayana, Kampung Cina, sudah jauh-jauh hari pengurus vihara tersebut menghias pohon Meihua dengan berbagai ornamen khas Imlek.

“Kalau sekarang pohon Meihua hanya dipakai hiasan saja, biasanya untuk meletakkan angpao. Kenapa disebut bawa berkah, mungkin karena di dalam angpao tersebut berisi uang. Dengan catatan angpao hanya boleh diberikan kepada yang belum menikah,” terang Romo Sun Lie, Pendeta Vihara Buddhayana, saat ditemui pada Kamis (30/01/2014).

Dikutip dari berbagai sumber, dikisahkan dua kakak beradik Da Jui dan Da Shou yang memiliki sifat bertolak belakang.Da Jui yang serakah berupaya menguasai harta adiknya dengan cara mengusirnya. Ia memberi si adik bagian harta yang sedikit, yakni 3 rumah sederhana, 10 hektare sawah tandus, seekor anjing dan kambing. Karena sifat buruknya itu, lama-kelamaan harta Da Jui menipis. Bahkan keledai dan kuda pun dijual untuk membeli bahan makanan.

Da Shou dan keluarganya tetap berupaya bekerja keras. Dengan dibantu anjing dan kambingnya, ia mengerjakan sawah dengan tekun. Akhirnya hasil mereka berlimpah dan memiliki banyak cadangan makanan untuk musim dingin.

Melihat kesuksesan Da Shou, timbul niat jahat Da Jui untuk membunuh anjing dan kambing adiknya itu. Kedua hewan itu mati setelah makanannya ditaburi racun. Tentu saja keluarga Da Shou berduka. Lalu kedua hewan itu dimakamkan di pekarangan belakang rumah mereka.

Ketika memasuki musim semi tahun kedua, di atas makam tersebut tumbuh dua batang pohon kecil. Satu dari pohon tersebut bisa menghasilkan emas, sedangkan batang yang lain menghasilkan perak. Sejak itu kehidupan Da Shou menjadi makmur. Dan saat itu pula masyarakat Thionghoa percaya pohon Meihua mendatangkan berkah dalam kehidupan mereka. (val)

You may also like

Leave a Comment