oleh

55.000 Desa Belum Rasakan Perpustakaan Keliling

acem 2
Sekretaris Umum Badan Perpustakaan RI, Dedi Junaedi

kupasbengkulu.com – Sekretaris Umum Badan Perpustakaan RI, Dedi Junaedi, mengatakan hingga saat ini dari 77.000 desa di Indonesia, baru 22.000 desa lebih yang menikmati fasilitas mobil Perpustakaan Keliling.

Hal ini lantaran jauhnya jarak lokasi antara desa satu dengan desa lainnya, yang mengakibatkan belum bisa terakomodir sepenuhnya. Hal ini diungkapkannya usai mengisi acara Roadshow Perpustakaan Nasional RI 2014 di Bengkulu, Kamis (4/9/2014).

“Pemerintah pusat sudah memberikan stimulan berupa mobil perpustakaan keliling untuk mendukung minat baca masyarakat. Karena desa di Indonesia sangat jauh, dari 77.000 desa baru 22.000 lebih yang terakomodir. Kita apresiasi melalui perpustakaan keliling yang difasilitasi dengan 1.300 eksemplar bahan bacaan di masing-masing mobil. Mayoritas tentang budidaya, seperti perikanan, pertanian, teknologi informasi, juga kesehatan,” kata Dedi.

Diungkap Dedi, masyarakat Indonesia perlu terus dimotivasi. Tujuan roadshow ini adalah dalam rangka mencerdaskan bangsa dan mewujudkan Indonesia gemar membaca. Di tahun 2014 ada tujuh tempat yang menjadi tujuan roadshow, Bengkulu merupakan yang kedua, dengan harapan roadshow ini memberikan dampak kepada masyarakat setempat,

“Karena masyarakat kita begitu banyak dan wilayah begitu luas maka kita akan terus laksanakan roadshow ini. Harapannya ada perubahan mindset bahwa perpustakaan itu penting dan tempat pembelajaran sepanjang hayat, tempat penelitian, dan rekreasi,” lanjut Dedi.

Dilanjutkan Dedi, secara umum menurut hasil BPS 2012 masyarakat Indonesia menyukai informasi yang disiarkan lewat televisi dan radio. Hanya beberapa persen saja yang termotivasi untuk membaca. Khusus Bengkulu, roadshow ini guna mempercepat pertumbuh kembangan budaya baca, karena Bengkulu memiliki wacana “Bengkulu Kota Pelajar” dan “Bengkulu Gemar Membaca”, sehingga langkah ini disinerjikan dengan program pusat.

“Kami memang selalu menyertakan artis dan tokoh budayawan untuk memotivasi kegiatan ini. Ke depannya juga agar lebih optimal, mobil keliling akan dimodifikasi dengan IT, dilengkapi laptop, serta alat peraga sarana edukatif,” pungkasnya. (val)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

eighteen + two =

News Feed