jon

Oleh: Nining Tri Satria, S.Si (tamat)

Adakah ini diberantas? atau ditutup jalur penayangannya? TIDAK. Penulis menghimbau kepada semua kalangan, bahwasanya, setelah kejadian teror bom Sarinah, Thamrin beberapa waktu lalu, jangan membuat kita gelap mata, buta hati dan sempit pikiran dalam menyikapi segala sesuatunya.

 Islamphobia telah merambah di benak kaum muslim. Dalam menyikapi teror bom misalnya, jangan menutup hati dan beranggapan bahwa pelaku teror itu muslim yang khas dengan berjenggot dan bergamis, seolah-olah Islam mengajarkan untuk berbuat kekerasan dengan cara membom diri sendiri dan orang lain.

Peristiwa ‘Bom Thamrin’ itu dan semacamnya jangan sampai memalingkan perhatian umat dari berbagai kezaliman yang terjadi akibat rezim sekular kapitalis saat ini. Berbagai kebijakan yang dibuat rezim sekular kapitalis saat ini banyak memberatkan rakyat seperti penghapusan aneka subsidi termasuk subsidi BBM, liberalisasi berbagai sektor, peningkatan besaran dan macam pajak, penumpukan utang, dan sebagainya, termasuk perpanjangan izin ekspor kepada PT Freeport, penyerahan berbagai kekayaan alam kepada swasta, apalagi asing, yang sudah dan akan dilakukan. Juga jangan sampai pula menutupi kebobrokan rezim dan sistem kapitalisme saat ini yang sudah terungkap jelas.

Peristiwa ‘Bom Thamrin’ dan teror lainnya juga tidak boleh memalingkan perhatian umat dari pelaku terorisme yang sebenarnya, yaitu koalisi Barat pimpinan Amerika. Merekalah yang telah membunuh satu juta orang tewas di Irak dan Afganistan. Mereka menyerang Irak atas alasan palsu senjata pemusnah massal atau untuk menyebarkan sistem yang dianutnya.

 Jangan lupa pula kekejaman Yahudi yang membantai lebih 1500 orang Palestina hanya dalam semingu invasinya atas Gaza 2014 silam. Demikian pula kejahatan Prancis, Rusia, Inggris dan negara-negara barat lainnya, yang menewaskan banyak warga sipil muslim Suriah; juga tindakan teror oleh negara barat lainnya terhadap dunia khususnya umat Islam.

Segala bentuk pengaitan tindakan teror itu dengan Islam dan perjuangan untuk mewujudkan Islam secara kaffah harus diwaspadai dan ditolak. Tindakan teror itu jelas sama sekali bukan untuk kemaslahatan Islam dan kaum muslim, justru bisa membahayakan Islam dan kaum muslim. Dalam hal ini, Islam dan kaum muslim justru menjadi “korban”. Juga harus diwaspadai monsterisasi terhadap Islam, Syariah Islam dan Khilafah, termasuk kriminalisasi terhadap para pengemban dakwah yang ingin menerapkan syariah Islam dan menegakkan Kilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwwah.

Dalam setiap peristiwa yang diklaim sebagai tindak terorisme, ada saja pihak-pihak yang memanfaatkan peristiwa tersebut untuk menyudutkan Islam dan umatnya. Mereka berupaya membangun opini keliru seakan ajaran Islam yang mulia seperti penegakan syariah Islam yang kaffah, Khilafah dan jihad fi sabilillah, sebagai ide-ide radikal yang menjadi pemicu tindak terorisme. Mereka membangun opini yang terus-menerus bahwa radikalisme adalah pangkal terorisme.

Syariah Islamiyah justru Allah SWT tegaskan akan menjadi rahmatan lil ‘alamin. Peristiwa “Bom Thamrin”, cap negatif terhadap Islam serta upaya monsterisasi dan kriminalisasi Syariah Khilafah dan para pengemban dakwah dan pejuangnya tidak boleh menyurutkan langkah kita untuk memperjuangkan Islam dan syariahnya. Sebaliknya, kita harus tetap teguh, sabar dan istiqamah dalam perjuangan demi mewujudkan kehidupan islami melalui penerapan syariah dan penegakan Khilafah Rasyidah ’ala minhaj an-nubuwwah.

WalLâhu a’lam bi ash-shawâb. 

Ko. Media Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Dewan Pimpinan Daerah I Provinsi Bengkulu