sosialisasi

Sosialisasi bahaya penyakit rabies

Bengkulu Utara, kupasbengkulu.com – Kabid Hewan Dinas Perternakan Kabupaten Bengkulu Utara Suhanudin, kepada kupasbengkulu.com menjelaskan, kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan, Rabu (5/11/2014) dengan siswa SDN 10 di Kecamatan Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara, guna mendapatkan sosialisasi pengenalan bahayanya bagi kesehatan bila digigit anjing. Sebab, di Bengkulu Utara merupakan daerah yang termasuk daerah yang rawan terindikasi penyakit rabies.

Penyakit tersebut bukan saja disebabkan langsung dari gigitan anjing, dari manusia ke manusia bisa saja terjadi. Seperti penyakit yang datang dari manuisa yang awalnya sudah mengalami digigit anjing dan tidak dilakukan penanggulangan yang serius, oleh pihak keluarga. Akhirnya dapat menyebabkan orang lain terkena imbasnya. Selian itu, penularan juga bisa melalui bekas makanan serta senggolan badan.

“Kegiatan sosialisasi untuk Kecamatan Arga Makmur sudah tiga kali kita laksanakan. Dan untuk sosialisasi terhadap anak sekolah ini yang pertama kali dilaksanakan,” terang Suhanudin.

Ia menambahkan, sasaran gejala yang menyerang terhadap orang yang sudah digigit anjing adalah pada syaraf. Tahap awal gejala rabies, kata dia, dimulai dari malaise, sakit kepala dan demam, kemudian berkembang menjadi lebih serius, termasuk nyeri akut, gerakan dan sikap yang tidak terkendali, depresi dan ketidakmampuan untuk minum air (hydrophobia).
Akhirnya, pasien dapat mengalami periode mania dan lesu, diikuti oleh koma. Penyebab utama kematian biasanya adalah gangguan pernapasan.

“Anak-anak kadang mengganggap sepele bila bertemu dengan anjing yang berkeliaran pada saat bermain. Dengan telah diperkenalkan bahaya digigit anjing, anak akan lebih waspada,” demikian Suhanudin.(jon)