Kaur, kupasbengkulu.com – Masyarakat Ulu Tetap Kecamatan Tetap mengeluhkan pelayanan kesehatan di desanya. Pasalnya, sejak enam bulan ini Bidan Desa (Bides) yang ditempatkan didesanya, lebih memilih tinggal di rumahnya yang berjarak kisaran 9 kilo meter dari desa setempat.

Oleh karena itu, untuk mendapatkan pelayanan bides warga terpaksa menempuh jalan tujuh kilometer. Jika ada warga yang mau melahirkan, maka warga lebih memilih bantuan dukun, karena jika dibawa dengan perjalanan tujuh kilometer, takutnya warga keburu melahirkan dijalan sebelum sampai kerumah bidan.

“Kalau terjadi hal yang sangat darurat seperti warga mau melahirkan saat malam hari, kami terpaksa harus membawanya keluar yakni ketempat bidan praktek. Jika memang tidak memungkinkan lagi, kami harus memanggil dukun dan meminta jasanya untuk membantu warga melahirkan. Kami pikir itu lebih baik dari pada warga keburu melahirkan dijalan sebelum sampai tujuan,” kata Desmi (40), Selasa (11/11/2014).

Meskipun demikian, kebiasaan warga melahirkan menggunakan jasa dukun ini tidak jauh berbeda dengan pertolongan bidan.

Menurutnya,kesulitan warga berobat tidak hanya sebatas bidan desa saja. Melainkan saat berada di Puskesmas Kecamatan Tetap juga petugas yang ada di puskesmas juga sering tidak berada ditempat atau kosong.

Ditambahkannya harapan masyarakat kedepan itu adalah Pemerintah Kabupaten Kaur diharapkan bisa menugaskan bidan desa didesa mereka dengan catatan bidan tersebut harus tinggal di desa setempat.

“Kalau bisa bidan desa yang ditugaskan di desa kami ini bukan orang Kaur asli, melainkan orang luar Kabupaten Kaur. Karena jika orang luar daerah mereka bisa tinggal disini 24 jam, dan jika orang Kaur sendiri ini contohnya mereka lebih memilih pulang ke rumah dan hanya sesekali saja datang kedesa ini,” demikian Desmi.(mty)