karya seni

Warga Kaur menjadikan terumbu Karang mati sebuah karya seni dengan nilai jual tinggi.

Kaur, kupasbengkulu.com – Warga Air Dingin Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur, memanfaatkan terumbu karang yang sudah mati di tepi pantai untuk dijadikan buah tangan ini, ternyata bisa menghasilkan kerajinan tangan hingga bernilai jutaan rupiah.

Kreativitas ini, digeluti Ujang. ia mengatakan, dalam ‘menyulap’ karang yang sudah mati ini baru tiga bulan. Buah karya yang bernuansa pantai ini banyak menarik perhatian, memiliki nilai seni yang tinggi. Hasil karyanya itu, berupa miniatur bingkai foto, kapal laut, meja ruang tamu, tempat keramik serta kerajinan lainnya.

Ia berkisah, dalam menggeluti kerajinan tangan terumbu karang ini, berawal dari ingin mengubah rumahnya menjadi sebuah losmen. Hanya saja rencana usaha itu, tentunya dibuat berbeda dengan losmen lainnya, yang mana membuat usaha penginapan yang bernuansa alam.

“Saya berfikir akan menjadikan losmen ini dengan nuansa berbeda, dengan memenuhi hiasan dari kekayaan alam bawah laut sudah tidak berguna lagi, seperti terumbu karang. Karena terumbu karang di daerah Kaur ini banyak sekali dan tidak bermanfaat. Saya berfikir akan memanfaatkan terumbu karang itu untuk hiasan meja dan cermin, serta pernak-pernik seperti hiasan meja pengganti bunga dengan berbagai trumbu karang dan berbagai hewan laut, seperti kerang dan siput-siput yang telah mati yang banyak kita jumpai dipinggiran pantai,” tutur Ujang, Minggu (14/12/2014).

Kemudian, lanjut Ujang, ia mulai menjalankan idenya dengan mengambil sendiri terumbu karang serta kerang-kerang dan siput, yang telah mati di tepi pantai dan mencoba membuat meja dengan lapisan atasnya bermotif kerang.

Hasilnya, kata dia, sangat memuaskan karena selain unik banyak tamu yang datang merasa terheran dengan karyanya yang sangat rapi dan terkesan punya nilai seni yang tinggi.

Dengan melihat potensi terumbu karang ini, Ujang yang memiliki darah seni ini, tertarik untuk mengembangkannya menjadi sebuah usaha yang mana ia akan membuat hiasan rumah. Saat ini, ia sudah banyak memproduksi hiasan rumah dari trumbu karang, seperti jam dinding, meja, cermin, hiasan lampu dan lainnya dengan harga yang seimbang yakni dari Rp 500 ribu hingga Rp 5 juta rupiah per buah.

”Saat ini sudah ada beberapa pemesan yang datang dan memesan berbagai hiasan rumah, seperti cermin dan hiasan lainnya,” demikian Ujang.

Penulis : Menti Saputri, Saputri, Kabupaten Kaur.