Kepahiang, kupasbengkulu.com – Meskipun sudah cukup banyak yang menjadi korban, akibat bermain kembang api dan petasan, sepertinya tidak akan pernah bisa mengurangi jumlah peminatnya di Kepahiang.

Itu dibuktikan dengan semakin banyaknya warga dimulai dari kalangan anak-anak sampai ke orang tua yang menggunakan kembang api disetiap merayakan atau menyambut hari besar seperti Tahun Baru.

Untuk penggunaan kembang api dan petasan, malam penyambutan atau perayaan tahun baru, kita contohkan pada penyambutan tahun baru 2015, dini hari Kamis (01/01/2015), dimana suara letusan kembang api nyaris terdengar disetiap sudut kota dan perdesaan yang ada di Kabupaten Kepahiang.

Seperti apa yang dikhawatirkan, seorang warga Kecamatan Tebat Karai bernama Putri (24) diketahui menderita luka bakar cukup serius pada tangan bagian kanan, lantaran kembang api meletus sebelum meluncur ke udara.

Putri yang sempat dilarikan ke RSUD Kepahiang, Ia mengaku, kapok untuk bermain kembang api dan berharap agar warga tidak lagi menjadikan kembang api sebagai satu-satunya cara merayakan hari besar seperti tahun baru.

“Kembang api atau petasan sangat berbahaya bagi kita semua,” ungkapnya sembari meringis kesakitan.(slo)