Manasik Haji

Bengkulu Utara, kupasbengkulu.com – Sekira 1.000 pelajar melaksanakan parade haji. Kegiatan tersebut diselenggarakan Kementerian Agama Kabupaten Bengkulu Utara, di alun-alun Rajo Malin Paduko yang diikuti dari tingkat Taman kanak hingga Madrasyah Aliyah.

Bupati Bengkulu Utara, Imron Rosyadi, dalam kesempatan itu menyampaikan kepada seluruh para orangtua dan para guru, untuk selalu berperan aktif dalam memberikan pendidikan terhadap anak, terutama dalam hal pendidikan agama.

Seiring dengan kemajuan tehnologi yang tidak dapat dihindari, berimbas dengan perilaku anak itu sendiri. Artinya, melalui kegiatan yang bernuansa agama dimulai dari pendidikan usia dini hingga ketingkat menegah atas tertanam budi pekerti yang baik.

“Jika tidak dimulai dari pendidikan usia dini, dengan menanamkan ahlak terhadap anak, maka jangan salah anak jika dalam pergaulannya tidak menggunakan norma akidah. Dan kita selaku orang tua harus bertanggungjawab. Termasuk juga dengan para guru serta masyarakat yang ada disekitar dimana anak itu berada,” kata Imron.

Selain itu, Imron juga menambahkan, dihimbau kepada seluruh masyarakat dan para guru untuk dapat memberikan hak suaranya guna memilih pemimpinya pada tanggal 09 Desember tahun 2015 mendatang. Gunakan hak sebaik mungkin, baik itu untuk bupati maupun gubenur. Suksesnya pilkada itu tidak terlepas peran dari masyarakat.

“Setiap warga negara mempunyai hak. Untuk saya minta kepada masyarakat Bengkulu Utara jangan lupa tanggal 09 Desember mendatang. Yakinlah, seseorang yang diberikan amanah rakyat, pertanggungjawaban bukan pada rakyat, tetapi kepada sang pencipta alam ini,” demikian Imron.

Berbeda lagi yang dikatakan Kepala Kantor Kemenag Bengkulu Utara, Bustazar, kegiatan parade manasik haji tahun 1436 hijriah atas kekompakkan serta kesadaran dri para orang murid yang menyekolah anaknya di sekolah agama.

Sumber dana, tidak meminta bantuan dari anggaran pemerintah daerah. Tujuan kegiatan ini,lanjut Bustazar lebih menekan pada akidah yang harus ditanamkan terhadap anak dimulai dari pendidikan usia dini.

“Kegiatan ini murni dari kementerian agama dan tidak memberatkan biaya dari pemerintah daerah. Manasik ini, jika sudah diperkenalkan kepada anak dan ditanamkan nilai agamanya akan membentuk anak yang agamamis,” demikian Bustazar.(jon)