kupasbengkulu.com, Bengkulu Utara – Sarana penghubung antar desa di Desa Masigit, Kecamatan Air Padang,Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu berupa jembatan gantung mengalami rusak berat. Tidak tanggung-tanggung sarana tersebut mengalami kerusakan sejak empat tahun yang silam.

Menurut pengakuan salah seorang warga desa setempat,erwan yang juga mantan kades kepada kupasbengkulu.com,Kamis (10/9) menjelaskan dengan kondisi jembatan ambruk,tentu berdampak pada sektor ekonomi masyarakat. Dimana sarana tersebut merupakan jalan satu-satunya untuk menghubung desa lainnya. Dan kondisi jembatan itu sendiri sudah cukup lama tidak ada perhatian dari pihak pemerintah daerah.

“Dengan jembatan ambruk ekonomi masyarakat lumpuh. Bemul lagi hambatan yang dialami oleh masyarakat untuk menurju desa lain,”kata Erwan.

Ditambahkannya, untuk diketahui jumlah penduduk Desa Masigit yang berjumlah 360 Kepala Keluarga (KK) dengan mata pencaharian petani kebun sangat membutuhkan sarana jalan yang memadai. Tingginya harga jual hasil kebun masyarakat tergantung dengan sarana pendukung.

“Kita minta kepada pihak pemerintah daerah untuk segera memperhatikan kondisi sarana pendukung untuk membangkitkan ekonomi masyarakat. Kalau begini terus,jelas masyarakat akan miskin terus. Harga jual hasil masyarakat tidak akan meningkat,”demikian Erwan. (jon)