Sekolah Autis Negeri Bengkulu

Sekolah Autis Negeri Bengkulu

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Pepri (16) seorang gadis belia duduk di tangga koridor gedung sekolah sambil bercanda dan saling meledek dengan temannya. Meskipun diantara mereka tampak berbeda usia mereka tidak begitu perduli, mereka bercengkrama dan tertawa, ada pula anak lelaki yang memanjat-manjat tangga. Pepri dan teman-temannya sedang menunggu jemputan ayah, ibu dan om mereka siang itu di Sekolah Luar biasa Negeri Autis.

Pepri langsung menjawab sapaan saya dengan lancar tapi sedikit malu-malu. ia tidak canggung dengan orang asing. Ia kemudian bertanya saya siapa. ketika dia difoto dia langsung bergaya
manis didepan kamera. katanya ia baru satu tahun pindah kesekolah tersebut dan sekarang duduk di kelas 4 SD. Dulunya ia bersekolah di SD Negeri di kampungnya Talo.

Pepri

Pepri

“Bersekolah disini lebih enak dari pada di SD Negeri tempat saya dulu sekolah, saya bisa lebih mudah mengerti pelajaran”, kata Pepri. Meskipun ketika ditanya penjumlahan 21 ditambah
4, ia terlihat masih bingung menjawab. selain aktif bersekolah perpri juga senang bernyanyi. ia suka menyanyikan lagu “Indonesia Raya”.

Sejak Resmi dibuka pada 10 Februari 2014 lalu, Autis Center yang berlamat di Jl. Irian Tanjung Jaya, Sungai Serut Kota Bengkulu ini sudah sedemikian banyak memberikan pelayanan bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) di Bengkulu. Saat ini tercatat jumlah anak autis yang menjalani terapi di Autis Center ada 64 orang, dan yang bersekolah di SLBN Autis ada 36 orang. Penyandang autis terbanyak adalah anak usia 4 hingga 7 tahun. Demikian yang di informasikan Resti salah seorang oleh staf Autis Center.

Semua pelayanan di Autis center ini bebas biaya. Orangtua cukup dengan membawa anaknya dan melengkapi berkas-berkas yang dibutuhkan seperti Akte Kelahiran, Kartu Keluarga, dan pasphoto dab keterangan dokter bila ada. Pelayannya sangat lengkap dan suasana gedungnya nyaman. Anak autis bisa bersekolah sekaligus menjalani terapi rutin untuk penyembuhannya.

Mungkin masih banyak masyarakat Kota Bengkulu terkhususnya bagi orang tua anak berkebutuhan khusus yang belum mengetahui informasi keberadaan Autis center ini. Penderita Autis sebaiknya segera ditangani dengan terapi-terapi ditempat ini. Semakin cepat, maka akan semakin menolong si anak untuk bisa untuk bisa meningkatkan perkembangan mereka sedini mungkin dan semaksimal mungkin, agar dapat hidup mandiri dan bermasyarakat sebagaimana mestinya.

Autisme adalah gangguan perkembangan saraf yang kompleks dan ditandai dengan kesulitan dalam interaksi sosial, kemunikasi, dan perilaku terbatas, berulang-ulang dan karekter sterotip. Gejala autis mulai muncul sebelum 3 tahun pertama kelahiran sang anak.

Penulis: Melina Sirait