Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

Kepahiang, kupasbengkulu.com – Bertepatan dengan musim panen lada, pembangunan infrastruktur di beberapa desa di Kecamatan Tebat Karai, terkendala tenaga kerja. Kondisi ini diakui oleh Pelaksana Tugas (Plt) Camat setempat, Miswanto.

“Ada beberapa desa yang sepengetahuan saya masih terkendala dengan tenaga kerja dalam memulai pembangunan yang bersumber dari Dana Desa (DD) 2016. Sebabnya diketahui karena warga lebih memilih menjadi pekerja petik lada,” kata Miswanto.

Alasan warga lebih memilih untuk menjadi buruh petik lada dikarenakan selisih jumlah upah yang ditetapkan di Pemdes sebesar Rp 60 ribu, cukup jauh dengan upah petik lada yang menawarkan gaji di atas Rp 80 ribu per hari.

“Dilihat dari selisih upah yang cukup jauh itu, Pemdes harus segera menentukan sikap dalam mencari atau mendatangkan pekerja dari luar. Kalau mau menunggu panen itu usai, realisasi pembangunan tidak akan tepat waktu, ” lanjut Miswanto.

Sedangkan batas waktu pembangunan infrastruktur fisik desa dari DD 2016 ini sendiri, disebut hingga Desember mendatang.

“Kita sudah meminta kepada kades-kades yang terkendala dengan tenaga kerja ini untuk bisa segera mengatasinya. Itu kita minta segera,” sampainya. (slo)