kupasbengkulu.com, Bengkulu Utara – Sosialisasi antisipasi keberadaan Komunis Gaya Baru (KGB) di Kabupaten Bengkulu Utara dilakasanakan secara tertutup. Bahkan, sosialisasi yang digelar di gedung pertemuan Sahri Romli tersebut, awak media di larang meliput.

Usai menghadiri acara tersebut, Bupati Bengkulu Utara Imron Rosyadi, menjelaskan bahwa sosialisasi antisipasi keberadaan KGB memang tertutup untuk media. Pasalnya, banyak permasalahan yang harus dibahas di dalamnya terutama terkait keberadaan komunis gaya baru.

“Memang ada hal prinsip yang harus dibahas, ini berkaitan dengan komunis khawatir salah penafsiran di masyarakat,” kata Imron.

Ditambahkannya, keberadaan KGB di wilayah Bengkulu Utara sejauh ini belum ditemui, hanya saja hal tersebut harus digelar sosialisasi demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selaku kepala daerah, Imron, juga tidak menginginkan jika ada KGB di wilayah kabupaten BU, hal tersebut berkaca dengan G30SPKI lalu yang dinilai meresahkan.

” Pemerintah tidak ingin ada gerakan ini, makanya sosialisasi ini dilaksanakan,”kata Imron .

Saat dikonfirmasi terkait materi sosialisasi tersebut, Imron, menuturkan bahwa di dalamnya hanya terdapat penjelasan-penjelasan untuk menghindari KGB. Namun, sayangnya Imron, enggan menjelaskan ciri-ciri KGB tersebut seperti apa.

“Banyak sekali materi yang dibahas, intinya kita jelaskan pada masyarakat terutama, Ormas, Tokoh Agama, FKPD, TNI Polri, Mahasiswa untuk bisa menyampaikan pada masyarakat di desa-desa,” pungkasnya.

Acara yang sosialisasi antisipasi gerakan KGB digelar sekitar pukul 10.00 WIB dengan pemateri Dr Stepi AnrianiS.Ip M.Si Staf Ahli Badan Intelejen Strategis (BAIS) TNI Cilendek Bogor. Dengan peserta sosialisasi yakni pihak SKPD, FKPD, Kodim 0423, Polres, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Ormas, dan Mahasiswa. (jon)