oleh

Armada Angkutan Lebaran Dilarang Pakai Ban Vulkanisir

kupasbengkulu.com – Kadis Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Hubkoninfo), Drs. Misran Musa menegaskan, jika kendaraan angkutan mudik lebaran Idul Fitri 1435 Hijriah dilarang menggunakan ban vulkanisir.

Terkait hal tersebut, kata dia, pihaknya akan menindak tegas bila menemukan ada kendaraan baik itu angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) , yang menggunakan Ban Vulkanisir. Bahkan, dari Dishubkominfo, bakal memeriksa armada dan uji petik terhadap kendaraan angkutan mudik tersebut. Untuk memastikan kesiapan armada mengangkut penumpang arus mudik.

“Sangat rawan dan berbahaya jika menggunakan Ban Vulkanisir. Sebab itu menyangkut nyawa orang banyak,” kata Misran, saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (8/7/2014).

Sementara, lanjut dia, kenaikan tarif  khusus angkutan lebaran (tuslah), direncakan  berlaku H-14 lebaran, serta akan ditetapkan dalam rapat teknis, dengan melibatkan para pihak termasuk pemilik angkutan. Selain itu, jelas Misran, untuk lonjakan jumlah penumpang diprediksi mencapai lebih dari 5 persen, dan puncak arus mudik diperkirakan sejak H-2 pada akhir pekan atau pada Sabtu dan Minggu tanggal 26 dan 27 Juli 2014.

”Kenaikan tarif belum ditentukan, itu masih akan dibahas dulu,” jelas Misran.

Disisi lain, Misran menjelaskan,  mengenai mudik gratis di Bengkulu belum ada sponsor yang siap mendanai, baik dari perusahaan dan maupun dari pemerintah. Namun, kata dia, di provinsi lain seperti Jakarta, memang banyak pekerja dari luar daerah yang bekerja disuatu perusahaan, sehingga bisa saat mudik disediakan oleh perusahaan untuk mudik bersama.

“Di Bengkulu belum ada sponsor yang mempersiapkan fasilitas perusahaannya untuk mudik gratis,” terang Misran.

Dibagian lain, Misran menjelaskan, potensi mudik dan padatnya arus mudik, Dishubkominfo sudah mempersiapkan beberapa hal, diantaranya mengenai titik-titik peristirahatan, pemasangan rambu-rambu penunjuk arah.

“Kami sudah mempersiapkan berbagai hal untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pengguna transportasi darat, dan juga menempatkan petugas-petugas, hanya saja kami tetap akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” demikian Misran.(gie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed