Batu bergambar tapak kaki di Desa Air Raman

Batu bergambar tapak kaki di Desa Air Raman

Kepahiang, Kupasbengkulu.com – Sebongkah batu bergambar mirip telapak kaki manusia, ditemukan di Desa Air Raman, Kecamatan Bermani Ilir. Hingga kini belum dilirik Dinas Pariwisata Kabupaten Kepahiang.

Padahal, batu yang disebut-sebut memiliki nilai sejarah tinggi ini, kerap dikunjungi oleh warga sekitar dan juga kalangan pelajar.

Menurut cerita Heri Susanto (29) warga setempat, batu bergambar tapak kaki ini, persisnya berada dilokasi sekitar mata air yang dinamakan gemuruh.

Gemuruh merupakan sebuah prasasti peninggalan leluhur warga setempat, yang bergelar Si Jarang Picang. Dibalik penemuan batu tersebut, terdapat cerita menarik yang dimulai dari penghuni makhluk halus dengan pakaian serba putih yang memancarkan sinar, hingga manfaat air yang dapat dijadikan penawar bagi Balita dari gangguan makhluk halus.

Peninggalan nilai sejarah yang tinggi ini diharapkan agar pemerintah daerah setempat, dalam hal ini Dinas Pariwisata kabupaten, dapat dengan gencar mempromosikan lokasi tersebut, sebagai salah satu lokasi tujuan wisata di Kabupaten Kepahiang.

Disamping itu, dikhawatirkan ada pihak yang secara sengaja ataupun tidak sengaja merusak bentuk batu yang jelas – jelas mirip seperti telapak kaki manusia tersebut.

“Kalau saja dilakukan penelitian seperti yang dilakukan di Tanah Jawa, mungkin akan lebih jelas nilai sejarah akan batu bergambar mirip telapak kaki yang ada di desa kami ini. Sebaliknya jika dibiarkan saja, bukan tidak mungkin kebenaran nilai sejarah pada batu itu akan hilang sendirinya, akibat rusak ataupun sebab lainnya,” ungkap Heri.

Sebelumnya, Kabid Pariwisata Kepahiang, A.Syartoni sempat mengaku tidak mengetahui keberadaan sebuah batu bergambar mirip telapak kaki, disekitar mata air gemuruh, Desa Air Raman itu.

“Kami belum mengetahui ada batu yang diperkirakan memiliki nilai sejarah yang tinggi di desa itu. Kami akan cari tahu, dengan meminta bantuan dari masyarakat sekitar,” jelasnya.(slo)