oleh

Kemenag Bengkulu: 1 Ramadhan Jatuh Pada Hari Minggu

illustrasi, sumber : Istimewa
illustrasi, sumber : Istimewa

kupasbengkulu.com – Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu memutuskan, awal Ramadhan tahun 2014/1435 Hijriah jatuh pada Minggu,(29/6/2014).

Hal Itu didasarkan hasil kajian, ijtimak atau garis kesejajaran antara Matahari, Bulan, dan Bumi. Pada kesempatan itu, Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah, sempat melihat hilal di Obyek Wisata Tapak Paderi Kota Bengkulu,  mengendarai sepeda motor dari gedung daerah ke lokasi pengamatan hilal tersebut.

Ketua Panitia Hilal Drs. Herman Yatim mengatakan, posisi hilal saat matahari tenggelam, matahari pada posisi 293 derajat 18′ 06” UTSB, 23 derajat 18′ 06″ (B-U), Bulan pada posisi 288 derajat 34′ 19 ” UTSB, 17 derajat 18′ 34′ 19″ (B-U).

Pengamatan hilal sendiri dilihat dari Lintang – 03 derajat 47′ 6.16″ LS dan pada Bujur 102 derajat 15 ‘ 12.04″ BT. Hal itu berdasarkan, pemantau Badan Hisab dan Rukyat Kemenag tidak melihat hilal (Bulan) di ufuk barat, yang mana matahari tenggelam pada pukul 18.11 WIB.

”Dari penglihatan hilal dari alat BMKG, bulan belum terlihat di Kota Bengkulu,” kata Herman, Jumat saat melihat bulan di Obyek Wisata Tapak Paderi, Jumat (27/6/2014).

Secara terpisah, Kakan Kemenang Provinsi Bengkulu, H Suardi Abbas, SH, MH mengatakan, hilal terlalu rendah ketika matahari terbenam pada hari Jumat (27/6/2014), sehingga tidak akan bisa terlihat. Hilal kurang dari 1,5 derajat. Terlalu rendah untuk bisa diamati, cahayanya terlalu lemah.

Sehingga, terang Suardi, bulan Sya’ban menjadi 29 hari dan 1 Ramadhan 1435 H, jatuh pada keesokan harinya atau Minggu (29/6) atau diatas 2 derajat baru hilal bisa terlihat.

”Sudah jelas dari hasi pengamatan tamu undangan yang hadir, tidak ada satu pun yang bisa melihat hilal di Kota Bengkulu dan hasil hilal ini sudah kita laporkan ke Kementerian Agama Pusat. Penentuan awal ramadhan masih menunggu hasil sidang isbad di Pusat malam ini,’ jelas Suardi.

Ia menambahkan, pada pengamatan terdapat awan rendah sehingga hilal tidak terlihat.

”Untuk posisi hilal di Bengkulu memang tidak tampak. Sebab ini juga dipengaruhi oleh awan rendah di langit Kota Bengkulu,” imbuh Suardi.

Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah, S.Ag, M.Pd mengungkapkan, perbedaan pendapat tentang awal Ramadhan telah beberapa kali terjadi. Kemenag dan MUI telah berusaha menyatukan pendapat dan mencari jalan tengah, tetapi belum berhasil.

”Perbedaan ini harus disikapi penuh kedewasaan, toleransi, dan saling memaklumi. Jangan ada ego kelompok,” demikian Junaidi.

Pemantauan hilal sendiri, melibatkan Gubernur Bengkulu, Kementerian Agama (Kemenag), perwakilan dari sejumlah organisasi Islam. Seperti, Majelis Ulama Indonesia (MUI),  Ormas Muhammadiyah, Rektor Univeristas se Kota Bengkulu dan anggota Badan Hisab Rukyat Kemenag.

Pemantauan hilal awal ramdhan itu sendiri digelar, tempat tinggi di obyek wisata Tapak Paderi sekitar pukul. 17.46 WIB, yang mana dalam hal ini dipimpin langsung Kakan Kemenang Provinsi Bengkulu, Suardi Abbas, SH, MH.(gie)

Rekomendasi