Riri Damayanti

Riri Damayanti

Penulis Riri Damayanti John Latief, S.Psi

Anggota DPD Bengkulu

Sebentar lagi, Indonesia akan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). MEA bertujuan utk meningkatkan stabilitas ekonomi negara-negara yang ada di Asean. Harapan kita bersama, dengan adanya MEA, Indonesia mampu bersaing bersama negara-negara Asean lainnya. Terlibatnya Indonesia dalam pasar bebas ini akan menjadi dampak besar tidak hanya untuk perekonomian bangsa, namun untuk meningkatkan kompetensi tenaga profesional, serta meningkatkan perdagangan barang maupun jasa.

Menghadapi MEA, Indonesia harus menggali dan mengelola potensi yang ada dengan cepat. Sejauh ini, industri yg ada di Indonesia sudah mulai terlihat mempersiapkan diri. Persiapan ini sebaiknya melibatkan kerjasama antara sektor-sektor industri yg ada di masyarakat dan pemerintah.

Kerjasama yg optimal mudah-mudahan membuat Indonesia bisa bersaing dgn negara lain, sehingga tidak hanya menjadi peserta pasif. Pada akhirnya manfaat MEA bagi perekonomian Indonesia bisa dirasakan optimal bagi masyarakat Indonesia.

Bengkulu juga harus terlibat. Banyak potensi di Bengkulu yg bisa di manfaatkan untuk turut serta dalam pasar bebas. Pemerintah sebaiknya mengajak pihak-pihak swasta untuk kerjasama. Industri perdagangan di Bengkulu banyak yang bisa dikembangkan. Banyak hasil bumi yang ada di Bengkulu bisa untuk di bawa ke nasional, misalnya hasil perkebunan, pertambangan, bahkan perikanan.

Ada beberapa hal yg mungkin bisa menjadi strategi bagi Bengkulu agar bisa menghadapi pasar bebas atau MEA. Yang pertama, peningkatan kualitas sumber manusia, baik dari pemerintahan birokrasi maupun pihak swasta. Yang kedua adalah penguatan posisi usaha skala kecil, maupun menengah. Yang ketiga adalah meningkatkan sektor-sektor sumber daya alam yg menjadi komoditi unggul di Bengkulu. Yang terakhir adalah perbaikan infrastruktur di Bengkulu, seperti transportasi, pelabuhan, dsb yg menunjang kemudahan sektor industri di Bengkulu untuk berkembang.(***)