Kepala Dinas PU Bengkulu Utara, Maswandi

Kepala Dinas PU Bengkulu Utara, Maswandi

Bengkulu Utara, kupasbengkulu.com – Dalam upaya mempercepat pembangunan di Kabupaten Bengkulu Utara, Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat membentuk Satuan Tugas (Satgas) Unit Reaksi Cepat (URC) Tambal Sulam. Satgas ini diyakini mampu mengatasi masalah pembangunan, terutama pada badan jalan berlubang, dan dapat berimbas pada penghematan anggaran daerah.

Kepala Dinas PU setempat, Maswandi, menjelaskan URC Tambal Sulam ini langsung ditangani Dinas PU dan tidak membentuk unit di tingkat kecamatan.

“Tahun 2016 ini kita menganggarkan peralatan semampu keuangan kita dan struktur URC Tambal Sulam. Awal tahun 2017 sudah mulai aksi, tentunya kita buat regulasi untuk menjelaskan jeda waktu penggunaan anggaran,” jelas Maswandi, Kamis (11/08/2016).

Maswandi mengungkapkan, tim yang tergabung dalam URC Tambal Sulam yakni lulusan SMK serta yang berpengalaman di bidang ini. Upah yang bakal diberikan sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR) dan harus bersiap 24 jam sehari untuk merespon laporan masyarakat terkait jalan berlubang.

Di samping itu juga rencananya tim ini akan diberikan pelatihan khusus untuk menambah kualitas SDM. Tim ini juga akan terikat kontrak selama lima tahun untuk mengantisipasi diambil oleh pihak perusahaan kontruksi atau berpindah ke luar daerah.

“Kerjanya 24 jam. Ada hak ada kewajiban, mereka akan diberi UMR. Diharapkan dapat mensejahterakan perekonomian keluarga dan diberi pelatihan menambah skill-nya. Kita beri kenyamanan untuk tim URC, tidak menutup kemungkinan ada tunjangan lainnya,” ungkapnya.

Maswandi berharap, masyarakat dapat merespon baik terobosan ini, tidak hanya melapor namun juga sama-sama menjaga infrastruktur negara.

“Jika ada genangan air di aspal, masyarakat bisa langsung lapor ke kantor PU atau via telpon, di sertai dengan informasi akurat. Jangan sampai kerusakan jalan bertambah parah dan mengancam keselamatan pengendara. Tidak hanya jalan, termasuk juga drainase, gorong-gorong, juga jembatan,” bebernya.

Maswandi menambahkan, untuk saat ini pendanaan masih ditopang oleh APBD. Tetapi pihaknya menyakini ke depan akan diusulkan ke pemerintah provinsi dan pusat.

“Yang kita tangani tidak hanya jalan kabupaten, namun seluruh jalan provinsi dan nasional. Saat ini memang kita alokasikan di APBD, dengan keberhasilan kita menerapkan URC Tambal Sulam nantinya, diharapkan dapat direspon pemerintah provinsi dan pusat,” demikian Maswandi. (jon)