Direktur Political Communication Institute (PolcoMM), Dr. Heri Budianto, M.Si.

Direktur Political Communication Institute (PolcoMM), Dr. Heri Budianto, M.Si.

kupasbengkulu.com – Direktur Political Communication Institute (PolcoMM), Dr. Heri Budianto, M.Si mengungkapkan adanya kecenderungan terbalik yang kerap terjadi pada masyarakat atau pemilih di Bengkulu. Seseorang yang memilih suatu parpol, belum tentu memilih caleg dari parpol tersebut. Begitu pula sebaliknya, masyarakat yang memilih seorang caleg, belum tentu dia suka dengan parpol yang mengusung caleg tersebut.

“Ini yang menurut saya menjadi keunikan masyarakat Bengkulu. Pernah terjadi dalam suatu pemilihan umum, ketika Parpol tersebut berada di posisi teratas, di sisi lain caleg-nya tidak duduk dalam kursi dewan. Oleh karena itu Parpol harus pintar pilih figur,” ujar Heri, Jumat (04/04/2014).

Menurut Heri, survei secara nasional menyebutkan ketokohan menjadi kunci utama saat ini, yang mana cara kampanye tradisional sudah mulai bergeser. Parpol seringkali tidak memperhitungkan 60 juta pemilih pemula yang memiliki pola pikir berbeda dalam menentukan pilihan suaranya.

“Meskipun di Bengkulu faktor kekeluargaan masih mendominasi, namun tak bisa dipungkiri bahwa Parpol dengan figur yang menarik masyarakat mampu memimpin dalam pemilihan umum nantinya,” lanjutnya.

Senada dengan Heri, Pakar Politik Universitas Bengkulu, Lamhir Syam Sinaga, menyebutkan masyarakat saat ini mengenal istilah ‘LLB’ alias ‘Loe Lagi-Loe Lagi Bosan’, artinya ketika caleg tidak memiliki kemampuan untuk ‘menyentuh’ masyarakat, masyarakat tersebut akan mudah berpaling kepada caleg lain.

“Banyak hal yang menjadi alasan masyarakat menentukan pilihan, sehingga survei tidak bisa menjadi acuan mutlak,” tandasnya.(val)