Kupasbengkulu.com, Kepahiang– Bank Bengkulu  yang difungsikan sebagai kas daerah (Kasda), dinilai tidak bisa lagi menjamin keamanan dan kenyamanan para nasabah. Atas penilaian itu, disarankan pindah ke bank lain.

” Kejadian ini bukanlah kali pertama. Sebelumnya juga pernah ada menimpa seorang Kepala Sekolah seusai mencairkan uang negara di Bank Bengkulu. Bedanya dengan yang dialami pegawai BP4K,  hanya pada modus dimana Kepala Sekolah jadi korban pecah kaca mobil”, kata anggota DPRD Kepahiang, Edwar Samsi.

Dari sejumlah peristiwa itu, Bank Bengkulu dinilai sudah tidak mampu lagi menjamin keamanan pada para nasabah. Padahal bank  berfungsi sebagai kas daerah dan penyertaan modal. Besarannnya berkisar Rp 515 Miliar.

“Kalau sudah tidak bisa menjamin keamanan. Jumlah uang negara yang hilang dirampok ataupun dicuri setelah dicairkan akan terus bertambah. Jadi ada baiknya Kasda dipindahkan ke bank lain saja”, himbau Edwar.(slo)