oleh

Gelombang 4 Meter, Nelayan ‘Puasa’ Melaut

1499513_10200207961281971_970352464_n
PERBAIKI : Cuaca ekstrem masih terjadi di wilayah perairan Bengkulu sehingga nelayan memilih memperbaiki alat tangkap.

kupasbengkulu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Fatmawati Bengkulu mencatat, gelombang air laut di perairan Bengkulu setinggi 1 hingga 4 meter. Sementara di perairan Barat Enggano gelombang setinggi 1 – 5 meter dan di Samudera Hindia gelombang mencapai 1 – 6 meter. Prakiraan tersebut berlaku hingga Kamis (19/12/2013).  Dampaknya,  puluhan nelayan di Kota Bengkulu ‘puasa’ atau tidak melaut.

”Dua hari kedepan, gelombang di perairan Bengkulu 1 – 4 meter. Kalau di barat Enggano gelombang 1 – 5 meter,” kata Prakirawan BMKG Fatmawati Bengkulu, Febri Surgiansyah, S.Si, Rabu (18/12/2013).

Ia menambahkan, untuk prakiraan cuaca Kota Bengkulu akan dilanda hujan ringan, diprediksi akan terjadi pada sore hingga malam hari. Dengan suhu 23 – 32 °C , kelembabab 60 – 95 %, sementara kecepatan angin bertiup dari barat daya hingga timur laut berkecepatan 9 – 54 km/jam atau 5 – 30 Knot.

”Angin kencang masih akan terjadi hingga 2 hari kedepan (Kamis,red). Angin kencang ini terjadi dari pesisir barat hingga selatan sumatera, termasuk di Kabupaten Mukomuko yang hari ini dilanda angin kencang,” jelas Febri.

Disinggung angin kencang yang melanda disejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu, Febri menjelaskan, angin kencang yang terjadi hari ini (Rabu,red) disebabkan adanya siklon tropis yang terjadi di barat daya Bengkulu dan Samudra Hindia. Namun, ia memprakirakan, angin kencang tersebut akan menjauhi wilayah Indonesia menuju arah Selatan.

”Dua hari ini memang diprakirakan angin kencang masih terjadi. Namun, angin kencang sudah mulai menjauhi wilayah Indonesia. Meskipun demikian, warga mesti tetap waspada,” imbuh Febri.

Secara terpisah, Nelayan Kelurahan Malabero Baru, Heri mengatakan, sejak sepekan terakhir puluhan nelayan di wilayahnya tidak melaut. Hal tersebut, lantaran cuaca masih ekstrim.

”Sudah sepekan ini perahu kami parkir. dan kalangan nelayan lebih memilih untuk membenarkan alat tangkap,” demikian Heri.(gie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed