Sawah di Kaur

KUPASBENGKULU.com, KAUR – Cuaca Panas yang melanda Kabupaten Kaur satu bulan terakhir ini membuat puluhan hektar sawah kekeringan di beberapa Kecamatan serta dipastikan mengalami gagal panen. Salah satunya di Kecamatan Kaur Selatan yakni merupakan kecamatan kota.

Di Kecamatan Kaur Selatan salah satu penyebab gagal panen yakni tidak ada jaringan irigasi, dan sawah warga merupakan sawah tadah hujan, hanya mengharapkan turunnya hujan. Salah seorang petani Mursi (38) mengatakan bahwa sejak awal bulan juni hujan turun hanya sekali-kali, bahkan di akhir-akhir ini hujan tidak pernah turun. Akibatnya sawah pada kering dan padi yang baru ditaman pun mulai menguning.

“Sudah lama tidak hujan kira2 hampir satu bulan. Akibatnya padi yang baru tanam mulai menguning dan kekeringan. Disini tidak ada saluran irigasi, kalau ada irigasi mungkin tidak akan seperti ini,” tutur Mursi.

Disebagian sawah yang dekat dengan sungai, beberapa warga yang mampu untuk menyedot air sungai, mereka memilih menyedot air sungai untuk mengairi sawah yang kering.

“Bagi yang memiliki mesin pompa dan punya uang, mereka bisa saja mengaliri sawah mereka dengan mengambil air dari sungai terdekat. Tapi kebanyakan tidak bisa mengaliri sawahnya karena selain tidak punya uang juga jauh dari sungai,” pungkasnya.

Dari pantauan kupasbengkulu.com, beberapa hampraan sawah sudah mulai menguning dan kekeringan padahal umur padi baru satu bulan, dan dipastikan jika dalam minggu ini tidak turun hujan, maka akan mengalami gagal panen.

Tidak hanya sawah saja yang kering. Namun beberapa sumur di desa 15 kecamatan Kabupaten Kaur juga kekeringan.(mty)