Kaurrr

Kaur, kupasbengkulu.com – Diwilayah Kabupaten Kaur terutama didaerah perkebunan yang merupakan daerah perbukitan salah satu kendala utama masyarakat yakni kurangnya pelayanan pemerintah terhadap infrastruktur jalan. Buruknya jalan didaerah perkebunan ini sangat mendominasi.

Kurangnya perhatian Pemda setempat pada pada infrastruktur jalan ini membuat masyarakat sangat kecewa. Lantaran selama ini pemimpin daerah selalu berjanji akan memperbaiki infrastruktur jika mereka terpilih menjadi pemimpin, namun kenyataan yang didapat jauh bertolak belakang dengan apa yang dijanjikan.

Salah satu jalanan yang sangat ekstrim untuk dilewati yakni jalan menuju Desa Trans Tanjung Agung Kecamatan Tetap. Didesa ini jalan yang belum tersentuh oleh Pemda setempat yakni kurang lebih sepanjang sembilan kilometer.

“Trans ini berdiri empat tahun lalu, dan hingga saat ini jalan belum ada peningkatan, dari tahun ketahun jalan bertambah buruk. Sebagai rakyat kecik kita hanya bisa berharap supaya diperbaiki,” ungkap Popi, salah satu warga Trans Tanjung Agung.

Trans Tanjung Agung terdiri dari 200 KK, yang saat ini menggantungkan hidup pada hasil kebun sayur mayur. Karena untuk kebunatau tanaman tua seperti sawit, karet dan sebagainya saat ini belum membuahkan hasil, sebagian baru nanam dan sebagian belum berbuah.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari penduduk desa menanam sayur-sayuran yang hasilnya dijual ke pasar atau pekan desa, yang jaraknya puluhan kilometer, namun jika hujan turun mereka tidak bisa menjual sayuran, karena jalanan sangat licin dan berlumpur.

Tidak hanya di Kecamatan Tetap, bahkan di Kecamatan Maje, Tanjung Kemuning, Nasal Kelam Tengah, Padang Guci Hilir, Padang Guci Hulu, dan Muara Sahung mengalami hal yang sama. Padahal salah satu kesejahteraan yang sangat diharapkan masyarakat yakni jalan yang bagus termasuk jalan sentra produksi yang mengangkut hasil kebun dan pertanian.(mty)